124 Mahasiswa Universitas Bojonegoro Mengikuti Uji Kompetensi Kewirausahaan 2019

Sebanyak 124 Mahasiswa Universitas Bojonegoro hari ini, Minggu (21/4) mengikuti Uji Kompetensi Kewirausahaan 2019, dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dilaksanakan di Kampus Unigoro.

Para mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi ini, merupakan mahasiswa tingkat akhir dengan mata kuliah kewirausahaan dan diuji oleh 14 asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Merdeka Malang.

Manajer Sertifikasi LSP Manajemen Wirausaha dan Produktifitas Merdeka (MWPM), Dr. Prihat Asih, Ak., M.Si., menjelaskan, uji kompetensi yang dilakukan hari ini bertujuan untuk mengetahui bidang kompetensi para mahasiswa sebelum masuk di dunia kerja.

Hal ini menjadi penting untuk para mahasiswa, utamanya memasuki era revolusi industri 4.0 yang berlangsung saat ini di mana mahasiswa diharuskan dapat mengemas diri agar ketika sudah lulus dari bangku perkuliahan tidak hanya memahami teori dan konsep, namun juga siap kerja.

“Sesuai dengan kebijakan dari pemerintah, sertifikasi kompetensi ini penting dilakukan untuk menjadi penguatan sumber daya manusia, salah satunya mahasiswa, agar dapat kompeten di dunia kerja,” ujar Dr. Prihat Asih, Ak., M.Si.

Diharapkan dengan adanya persiapan sejak dini, dapat menggali kemampuan dan potensi mahasiswa agar tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, namun juga untuk mandiri dan berdikari dalam berwirausaha.

Dalam pelaksanaan kegiatan hari ini, setiap aksesor menguji 10 orang mahasiswa secara bergantian dengan metode tes tulis dan wawancara untuk mengetahui kemampuan dan kompetensi mahasiswa.

Pengarah Teknis Uji Kompetensi dari LSP Unmer Malang, Dr. Praptining Sukowati, SH., M.Si., menjelaskan, setelah uji kompetensi ini dilaksanakan, LSP akan memberikan rekomendasi dari hasil tes para mahasiswa kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang nantinya akan mengeluarkan sertifikat kompetensi bagi mahasiswa yang dinilai sudah kompeten.

“Dari hasil uji kompetensi ini nantinya LSP hanya bisa merekomendasikan dan diusulkan ke BNSP, kita bisa mengetahui hasilnya setelah ada cek dan ricek dari hasil di berita acara dan portofolio, nanti baru BNSP akan memberikan sertifikat kompetensi melalui LSP,” imbuhnya.

Nantinya Sertifikat Kompetensi ini akan menjadi pelengkap dari Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sebagai bukti kompetensi pemegangnya, meningkatkan kelayakan kerja (employability) dan menjadi dokumen tambahan yang menyatakan kemampuan kerja, penguasaan pengetahuan, dan sikap/moral seorang lulusan.

Kegiatan Uji Kompetensi 2019 sendiri dibuka oleh Rektor Universitas Bojonegoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., M.Hum di Gedung Mayor Sogo, Universitas Bojonegoro, yang menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) 2019. (humas)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English English Indonesian Indonesian