Bantu Warga Kekeringan, Universitas Bojonegoro Salurkan 20 Tangki Air Bersih

Bencana kekeringan yang mengakibatkan krisis air bersih di sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro masih dirasakan oleh para warga hingga saat ini.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro sebelumnya menyebutkan, berdasarkan laporan pada September kemarin jumlah desa yang mengalami krisis air bersih mencapai 40 desa yang tersebar di 17 Kecamatan.

Krisis air bersih memang kerap kali melanda sebagian warga Kabupaten Bojonegoro pada saat musim kemarau tiba.

Yayasan Suyitno Bojonegoro yang menaungi Universitas Bojonegoro dalam beberapa tahun terakhir turut serta bersama pemerintah memberikan bantuan air bersih untuk kebutuhan warga yang terdampak.

Tahun ini, Universitas Bojonegoro mengirimkan bantuan 20 tangki air bersih yang akan didropping di wilayah terdampak kekeringan dan belum terjangkau bantuan sebelumnya.

Kabiro Kemahasiswaan Universitas Bojonegoro, Didiek Wahyu Indarta, SH, S.p1 yang mengkordinir bantuan air bersih ini menjelaskan, pendataan untuk daerah yang akan diberikan bantuan ini dilakukan dengan cermat agar pembagian merata.

“Kami memilih wilayah kekeringan yang belum atau tak terjangkau untuk menerima bantuan air bersih, harapannya agar semua masyarakat yang terdampak bisa merasakan bantuan ini,” ujar dosen Fakultas Hukum tersebut.

Pemilihan lokasi bantuan juga melibatkan mahasiswa baru Universitas Bojonegoro, yang sebelumnya turut menunjukkan kepeduliannya terhadap wilayah mereka yang terdampak kekeringan dengan mengirimkan vidio tentang kondisi di wilayahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso, S.Sos, M.Si menegaskan pihak yayasan dan kampus tidak akan tinggal diam melihat dampak kemarau yang mengakibatkan warga kesulitan air bersih ini, dan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan bantuan.

“Kami tentu berharap bencana kekeringan ini bisa segera ada solusinya, karena ini merupakan bencana tahunan khususnya di Kabupaten Bojonegoro. Kami semaksimal mungkin akan membantu sebisanya untuk mengurangi krisis air bersih ini,” ungkapnya.

Dropping air bersih dari Yayasan Suyitno Bojonegoro dan Universitas Bojonegoro dimulai pada hari Kamis (3/10/2019) kemarin, dengan mendistribusikan air di wilayah Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras dan Kepohbaru. Dropping akan kembali dilakukan di wilayah lain dengan total 20 tangki air bersih yang dibantu mobil tangki air Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. (humas)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English English Indonesian Indonesian