Edarkan Uang Palsu, Mu’amar Khadavie Dihukum 1,6 Tahun Penjara

Edarkan Uang Palsu, Mu'amar Khadavie Dihukum 1,6 Tahun Penjara

Mu’amar Khadavie (20), terdakwa kasus peredaran uang palsu divonis 1 tahun 6 bulan penjara dan denda 1 milyar subsider 3 bulan penjara dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bojonegoro, Kamis (3/5) siang tadi.

Warga Keluarahan Ledok Wetan tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan telah mengedarkan uang palsu dalam transaksi jual beli handphone pada akhir tahun 2017 lalu, yang mana perbuatan terdakwa melanggar pasal 36 ayaT (3) UU RI No. 07 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa yang didampingi oleh penasehat hukumnya, Dr. Tri Astuti Handayani SH., M.Hum., dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Al-Bana Posbakum Bojonegoro yang juga Wakil Rektor II Universitas Bojonegoro, menerima putusan tersebut begitu pun dari pihak Jaksa Penuntut Umum.

Putusan tersebut lebih ringan daripada tuntutan yang diajukan oleh JPU dalam sidang sebelumnya, yang meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun, dan pidana denda sebesar 1 milyar rupiah subsider 6 bulan penjara.

Kasus peredaran uang palsu yang dilakukan oleh Mu’amar Khadavie ini bermula pada 1 Desember 2017 lalu, di mana terdakwa pada saat itu melakukan transaksi jual beli handphone dengan saksi WW.

Terdakwa yang mengetahui WW masih remaja, mencoba untuk mengelabuhi dengan membeli handphone dengan menggunakan uang palsu sebesar 2,2 juta rupiah, pecahan 50 ribu.

Untuk menghindari kecurigaan korbannya, terdakwa melakukan transaksi pada malam hari, sehingga uang yang digunakan tidak terlihat secara jelas.

Pada saat itu, korban dari terdakwa sudah curiga, karena tekstur uang palsu yang digunakan untuk membeli handphone miliknya terasa licin.

Namun, terdakwa mampu memberikan alibi bahwa uang tersebut baru saja diambil dari ATM sehingga licin. Kasus uang palsu ini baru terungkap saat korban menyadari adanya perbedaan uang tersebut dengan uang asli setelah sampai di rumah, merasa tertipu korban selanjutnya melaporkan kejadian ini pada keesokan harinya. (humas)

You may also like...