KTD DPC GMNI Bojonegoro, Sederhana namun Mendidik

gmniKOMPAK: Peserta berpose bersama di sela mengikuti KTD.

 

Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) yang diadakan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DPC Bojonegoro berlangsung sangat sederhana dan mendidik. Kaderisasi berlangsung pada 21-25 Mei 2017 di Desa Nglampin,  Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro.

Para kader berangkat menggunakan truk milik Satpol PP Bojonegoro pukul 08.00 dari kantor Dekopinda (Dewan Pimpinan Koperasi Daerah) Bojonegoro.

Dalam KTD, para aktivis GMNI, termasuk perwakilan dari Universitas Bojonegoro (Unigoro), dilatih dan dituntut hidup bermasyarakat, bersosial seperti halnya menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, pengabdian, bersosial di masyarakat sekitar desa yang cukup terpencil dari kota Bojonegoro.

Pengkaderan ini merupakan manifestasi dari ideologi dari GMNI, yaitu Marhaenisme. Yakni, faham yang mengajarkan untuk membela kaum Marhaen atau kaum tertindas oleh sistem kapitalisme, kader GMNI dituntut untuk mengimplementasikannya dalam masyarakat. Terutama kepada kaum yang tertindas.

Dalam sambutannya, Zaqi, ketua pelaksana, mengatakan, ”Kita kader pejuang rakyat Marhaen, jadi sepantasnya kita harus mencoba hidup seperti mereka. Merasakan kerasnya kehidupan. Tak enak makan dan duduk di ruangan ber-AC saja. Jangan biarkan kaum kapitalis menjajah kita. Kita harus berjuang demi mereka (kaum Marhaen),” katanya.

Selain bersosial dan guyup rukun membantu masyarakat, para kader GMNI juga di-blebek materi kebangsaan, ideologi, nasionalisme, Pancasila dan lain-lain. Tujuannya, untuk menjadikan kader GMNI kuat secara mental, dan siap terjun di masyarakat luas, di tanah NKRI.

Di pengujung acara, para kader baksos dan pamitan kepada warga sekitar wilayah lokasi KTD. ”Setelah ini adalah perang sesungguhnya. Dimana kalian harus dituntut melaksanakan apa yang kalian peroleh setelah KTD ini,” pesan Bing Susi, perwakilan DPC GMNI Bojonegoro. (hds)

You may also like...