Kuliah Lapangan Unigoro Kerja sama dengan BLH di Mojodeso kapas

blh_unigoro

Rabu, 6 Januari 2016, LPPM Universitas Bojonegoro bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro mengadakan kuliah lapangan dengan tema “Pembangunan Berwawasan Lingkungan” ditinjau dari aspek multi disiplin ilmu di Desa Mojodeso Kecamatan Kapas. Kuliah lapangan ini diikuti oleh perwakilan lima Fakultas yang ada di Universitas Bojonegoro.

Mojodeso merupakan salah satu Desa Binaan BLH Bojonegoro yang tiga kali menjadi juara I Lomba GERBANG BOJONEGORO BERSINAR, salah satu program lingkungan yang dicanangkan Bupati Bojonegoro. Selain itu, Mojodeso juga merupakan Desa yang selalu dijadikan titik pantau pada penilaian Adipura dan diajukan dalam lomba lingkungan di tingkat Provinsi (Desa BERSERI) dan Nasional (Desa Proklim). Atas dasar inilah BLH menjadikan Mojodeso sebagai “Laboratorium” yang dibuka untuk siapapun yang ingin belajar mengenai konsep Desa Berwawasan Lingkungan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh LPPM Bojonegoro untuk mendorong mahasiswa Universitas Bojonegoro belajar dan menggali informasi lebih dalam untuk menunjang teori yang didapatkan selama mengikuti perkuliahan.

Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa terciptanya Mojodeso sebagai Desa Berwawasan Lingkungan tidak lepas dari tingginya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program Desa di bidang lingkungan. Selain itu, Aparat Desa yang kreatif dan berintegritas, program-program yang tepat sasaran, didukung regulasi yang kuat dan anggaran yang memadai, serta kader-kader lingkungan yang bertanggung jawab merupakan kunci dalam pencapaian keberhasilan Mojodeso menjadi Desa dengan penataan lingkungan terbaik di Kabupaten Bojonegoro.

Mojodeso dari segi pemberdayaan masyarakat, telah melakukan beberapa trobosan dan menghasilkan banyak produk, antara lain:

1. Dibentuknya Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang telah legal secara hukum dan diharapkan meningkatkan nilai tawar petani atas produk-produk pertanian yang mereka hasilkan pasca panen;
2. Unit Pupuk Organik (UPO), mengelola limbah organik di Mojodeso dan mengolahnya menjadi pupuk organik untuk dijual dan digunakan sendiri oleh petani;
3. Bank sampah. Di Mojodeso telah memiliki 15 Bank Sampah yang terdistribusi di setiap RT di Desa Mojodeso;
4. Industri Kerajinan Bunga dan Vas dari Limbah Plastik;
5. Industri kecambah, yang pasarnya telah menjangkau supermarket di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya;
6. Industri kerajinan Topeng dan Barongan;
7. Batik Payung Mojodeso;
8. Industri Celana dalam;
9. Dan sebagainya.

You may also like...