Launching Pojok Kependudukan, UKM Kependudukan Unigoro Mengadakan Kuliah Umum

Launching Pojok Kependudukan, UKM Kependudukan Unigoro Mengadakan Kuliah Umum

Dalam rangka launching Pojok Kependudukan, UKM Kependudukan Unigoro mengadakan kegiatan Kuliah Umum yang dihadiri ratusan mahasiswa di Aula Rektorat Universitas Bojonegoro, Selasa (8/5) siang kemarin.
Kegiatan Kuliah Umum ini merupakan kegiatan kedua yang diadakan oleh UKM Kependudukan di tahun ini.

Acara ini sendiri mengambil tema “Implementasi Pendidikan Kependudukan di Perguruan Tinggi Untuk Meningkatkan Kualitas SDM”.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh pemateri dari tingkat pusat langsung yaitu Ahmad Taufik, S.Kom, MAP selaku Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN Pusat.
Suatu kebanggan tersendiri bagi pihak kampus atas kedatangan bapak Taufik.

Selain itu, juga ada perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, BKKBN Provinsi Papua, DP3AKB Kabupaten Bojonegoro, serta Koalisi Kependudukan.

Pembina UKM Kependudukan Unigoro, Ida Swasanti, M.Si, menjelaskan, manfaat dari Kuliah Umum Kependudukan ini yakni dapat membuka wawasan mahasiswa yang menjadi bagian dari bonus Demografi, arahnya agar menjadi bonus Demografi yang mendukung pembangunan bukan malah menjadi beban negara.

“Selain itu, mahasiswa sekarang harus punya soft skill, hard skill dan life skill, dengan adanya isu dan masalah kependudukan, maka mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan ke depan”, tambahnya.

Mengenai Pendidikan Kependudukan yang dianggap penting bagi mahasiswa, Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., juga sempat membahas tentang upaya diadakannya mata kuliah Pendidikan Kependudukan di Perguruan Tinggi sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Ia mengatakan bahwa hal itu perlu diupayakan dikarenakan banyak mahasiswa yang semangat dan antusias.
Sedangkan Ahmad Taufik, S.Kom, MAP mengatakan tugas mahasiswa hendaknya mulai memperhatikan pembangunan terutama di Kependudukan. Seperti bisa membuka lapangan kerja. Tapi harus ada syaratnya yaitu mempunyai soft skill, bakat dan kemampuan (IQ ,EQ, dan SQ).

“Selain itu, seorang mahasiswa juga harus mengetahui bagaimana mobilitas tentang jumlah angka kelahiran dan kematian, tingkat pernikahan dini, jumlah lansia dan remaja”, imbuh Taufik.

Kegiatan Kuliah Umum Kependudukan ini dianggap sangat penting bagi mahasiswa, karena dari kegiatan ini mahasiswa akan memperoleh ilmu bermanfaat tentang isu dan masalah kependudukan yang terjadi sebagai bekal untuk mempersiapkan diri dan menghadapi tantangan ke depannya.

“Harapannya dari kegiatan UKM Kependudukan apalagi sekarang sudah memiliki pojok kependudukan, kegiatan lebih sering dilakukan, membahas masalah dan isu kependudukan, dan bisa melakukan kajian kependudukan di level Kabupaten, ini cita-cita kita tahun ini, dan motivasi kedepan setiap mahasiswa nantinya bukan hanya sisi akademis baik, tetapi yang lebih penting dia bisa eksis setelah lulus nanti”, tutur Pembina UKM Kependudukan Unigoro tersebut. (rosa)

You may also like...