Pemanfaatan Limbah Ternak untuk Pemberdayaan Masyarakat

kel 4

RAMAH LINGKUNGAN: Proses pembuatan pupuk organik yang dilaksanakan Kelompok 4 di Desa Sengon, Kecamatan Ngambon.

 

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dilaksanakan pada 29 Juli-26Agustus 2017 lalu merupakan wadah bagi mahasiswa Universitas Bojonegoro untuk mengaplikasikan seluruh ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk diterapkan di masyarakat. Seperti yang dilakukan Kelompok 4, yang fokus pada peningkatan potensi desa di Desa Sengon Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu potensi Desa Sengon yang mayoritas penduduknya petani adalah beternak. Sehingga, Kelompok 4 mengangkat tema pengolahan pupuk organik dengan tujuan dapat membantu meningkatkan pendapatan desa dan mengolah limbah ternak menjadi pupuk. Limbah tersebut dibuat menjadi butiran granul untuk bisa dijual atau digunakan untuk tanaman sendiri.

Ketua Kelompok 4, Maftukin mengatakan, program tersebut dimulai pada   Minggu, 6 Agustus 2017 lalu di Dusun Ngarapah dengan agenda penyuluhan dan pembuatan pupuk organik. Acara diikuti kelompok tani dan para pemuda setempat.

Para peserta penyuluhan sangat antusias mengikuti sekaligus mempraktikkan cara pembuatan granul. Kemudian, dilanjutkan penyuluhan kewirausahaan untuk meningkatkan UEP (Usaha Ekonomi Produktif).

”Penyuluhan kewirausahaan itu diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam hal kewirausahaan sehingga berkembang industri keluarga yang dapat membantu perekonomian masyarakat desa dalam berwirausaha dengan cara memanfaatkan limbah dari ternak yang dimiliki,” kata Maftukin.

Program KKN Kelompok 4 ini mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat, khususnya kelompok tani. Mereka pun antusias mengikuti, sekaligus mempraktikkan pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik dan mengurangi pemakaian pupuk kimia.

Selain menghemat biaya, lanjut Maftukin, pupuk dari limbah kotoran ternak juga sangat ramah lingkungan, karena tidak mengandung zat kimia. Sehingga, dapat menyuburkan tanah.

Tak hanya program pembuatan pupuk organik, selama KKN, Kelompok 4 juga melaksanakan beberapa program bantu. Di antaranya adalah mengadakan bimbingan belajar kepada anak-anak usia dini, pemberdayaan Karang Taruna, pelatihan pembuatan sabun hingga pelatihan penanaman cabai yang benar.

Diharapkan, dari kegiatan KKN ini mampu menjadi pembelajaran baik bagi mahasiswa maupun penerima manfaat, yakni masyarakat, khususnya petani Desa Sengon. ”Dengan memanfaatkan kotoran ternak yang dimiliki diharapkan dapat meningkatkan usaha ekonomi produktif.” imbuh Maftukin. (Sinta Evy)

You may also like...