Petani Peserta SLP Unigoro Praktik Tanam Tanaman Refugia

 

Petani peserta Sekolah Lapang Pertanian (SLP) di Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan dan Bonorejo, Kecamatan Gayam, hari ini (31/1) melakukan kegiatan praktik menanam tanaman refugia, yang difungsikan untuk mengendalikan hama tanaman.

Kegiatan praktik diawali dengan pembagian bibit tanaman refugia, yakni bibit keningkir, bunga matahari dan tanaman bunga kertas oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro.

Para peserta yang merupakan petani di empat desa tersebut mengikuti kegiatan program pengembangan masyarakat dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini dengan antusias yang cukup tinggi.

Setelah menerima bibit tanaman refugia, para peserta SLP langsung praktik di lahan persawahan yang sudah dipilih, dan mengikuti secara langsung instruksi yang diberikan oleh Tim LPPM Unigoro.

Ketua LPPM Universitas Bojonegoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc, menjelaskan hari ini LPPM Unigoro melakukan plot untuk pembagian jenis tanaman refugia yang ditanam di dua lokasi yakni di Desa Brabowan dan Bonorejo.

Tanaman refugia sendiri menurut dosen Fakultas Pertanian Unigoro tersebut, menjadi salah satu cara untuk menghalau serangan hama tanaman yang cukup efektif untuk dilakukan.

“Dengan adanya tanaman refugia, diharapkan hama serangga akan beralih untuk menyerang tanaman ini, karena hama penyerang tanaman menyukai tanaman yang memiliki warna mencolok, dan ini dimiliki oleh tanaman jenis refugia,” ujarnya.

Sementara itu, Ir. Darsan, M. Agri., tim ahli pertanian LPPM Unigoro menyebutkan dengan berjalannya program refugia ini, ke depan pertanian di Bojonegoro akan menuju pada pertanian semi organik, dimana penggunaan pestisida dan insektisida akan semakin sedikit.

“Harapan kedepannya saat refugia sudah berjalan, kita tidak lagi menggunakan pestisida dan insektisida untuk hama tanaman, ke depan pertanian kita akan menuju semi organik, jadi penggunaan pestisida akan sangat sedikit dan akan bisa memangkas biaya usaha tani, khususnya tanaman padi,” ujar Dekan Fakultas Pertanian Unigoro tersebut.

Pemanfaatan teknologi refugia menjadi salah satu program yang dilaksanakan Tim LPPM Unigoro dalam Program Sekolah Lapang Pertanian (SLP) 3 tahun 2019 yang didukung pendanaan dari ExxonMobil Cepu Limited.

Diharapkan, dengan pemanfaatan yang tepat sasaran, selain mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dalam pertanian, program SLP ini dapat membantu petani mengoptimalkan usaha pertaniannya dan dapat berimbas pada peningkatan kesejahteraan petani. (hms)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English English Indonesian Indonesian