Praktik Penyemprotan Booster Padi, Petani Program Sekolah Lapang Pertanian

Praktik Penyemprotan Booster Padi, Petani Program Sekolah Lapang Pertanian
Setelah mendapatkan pelatihan tentang pembuatan pemacu pertumbuhan (booster) tanaman padi, peserta Sekolah Lapang Pertanian yang terdiri dari 105 petani di Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan dan Bonorejo, Kecamatan Gayam, pada Jum’at (2/3) pagi melakukan praktik penyemprotan nutrisi untuk tanaman padi tersebut.

Kegiatan praktik penyemprotan booster dilakukan di lahan milik peserta SLP dengan didampingi langsung oleh ahli pertanian Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro, Ir. Darsan, M. Agr.

Para peserta lain turut menyimak proses pencampuran booster dengan air hingga disemprotkan ke tanaman padi.

Ir. Darsan, M. Agr., menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memberikan nutrisi pemacu pertumbuhan tanaman padi tersebut, diantaranya adalah air yang digunakan dan usia tanaman padi itu sendiri.

“Yang perlu diperhatikan petani itu air yang digunakan harus bersih, kalau bisa yang bening, dan yang paling penting pada saat penyemprotan harus tahu usia tanaman beserta kondisinya,” ujar Dekan Fakultas Pertanian Unigoro tersebut.

Ia juga menambahkan, umur tanaman menjadi salah satu acuan sebelum dilakukan penyemprotan, karena proses ini dapat dilakukan pada saat padi umur 15 hari, 35 hari dan saat malai sudah 75 persen menuju siap panen.

Hal ini penting diperhatikan agar hasil dan kualitas yang didapatkan semakin baik bagi para petani.

Sementara itu, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc, Ketua LPPM Universitas Bojonegoro menjelaskan bahwa agenda setelah dilakukan pelatihan pembuatan pemacu pertumbuhan padi yakni pembagian plot untuk praktik penyemprotan.

Hal ini dirasa cukup penting agar para peserta tidak hanya mengetahui proses pembuatannya, namun juga pengaplikasiannya di lapangan.

Program Sekolah Lapang Pertanian (SLP) 2019 yang merupakan program pengembangan masyarakat dari EMCL dan LPPM Universitas Bojonegoro sudah masuk pada pertemuan ke-8, dengan fokus pendampingan kepada para petani Kecamatan Gayam untuk dapat meningkatkan hasil pertanian di wilayah tersebut. (hms)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English English Indonesian Indonesian