PROGRAM STUDI ILMU LINGKUNGAN

Pendahuluan

Perubahan penggunaan lahan dari lahan terbuka menjadi lahan terbangun menyebabkan terganggunya keseimbangan interaksi antara komponen abiotic (A), biotic (B) dan community (C) sebagai komponen penyusun lingkungan. Ilmu Lingkungan merupakan disiplin ilmu yang relatif baru yang mengkaji interaksi antara komponen abiotic (A), biotic (B) dan community (C). Diharapkan, dengan adanya Ilmu Lingkungan, kepentingan dari masing-masing komponen lingkungan tersebut dapat berjalan dengan selaras, agar kelestarian alam dapat terjaga dan kepentingan manusia dapat terpenuhi.

Pembangunan yang berlangsung cepat di Indonesia akan membutuhkan banyak tenaga ahli yang handal di bidang Ilmu Lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang Ilmu Lingkungan tersebut, Fakultas Teknik (FT) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) menyelenggarakan program pendidikan Strata 1 (S1) Ilmu Lingkungan (IL) untuk menghasilkan tenaga ahli di bidang Ilmu Lingkungan.

Pada Prodi Ilmu Lingkungan, kita akan mempelajari tentang ekologi sebagai dasar kajian Ilmu Lingkungan. Melalui ekologi, kita akan mengetahui betapa pentingnya menjaga keseimbangan interaksi antara komponen abiotic (A) (tanah, air, udara), biotic (B) (mikrobia, tumbuhan, hewan) dan community (C) (ekonomi, hukum, sosial, budaya). Jika salah satu komponen tersebut terganggu, maka komponen-komponen lainnya akan terkena dampaknya. Langkah-langkah untuk mengatasinya dapat kita pelajari pada mata kuliah pemodelan lingkungan, konservasi sumber daya hayati, hingga manajemen lingkungan dan sumber daya alam.

Visi Program Studi Ilmu Lingkungan UNIGORO

Menjadi Program Studi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan potensi lokal, dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang ilmu lingkungan (abiotic (A), biotic (B) dan community (C)).

Misi Program Studi Ilmu Lingkungan UNIGORO

  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan ilmu lingkungan di bidang abiotic (A), biotic (B) dan community (C).
  2. Melaksanakan penelitian yang menghasilkan pengembangan ilmu lingkungan di bidang abiotic (A), biotic (B) dan community (C).
  3. Melaksanakan pengabdian masyarakat melalui pemecahan masalah-masalah lingkungan di bidang abiotic (A), biotic (B) dan community (C).
  4. Membangun kerjasama di tingkat lokal, regional maupun nasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan lingkungan.

 

Bidang Kajian Program Studi Ilmu Lingkungan UNIGORO

  1. Aspek keilmuan
  2. Ekologi perairan dan daratan
  3. Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Penginderaan Jauh (PJ)
  4. Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan kerja (K3)
  5. Hukum dan ekonomi lingkungan
  6. Aspek mitigasi dan adaptasi lingkungan
  7. Pencemaran tanah, air dan udara
  8. Pengelolaan limbah
  9. Dampak lingkungan dan penanggulangannya
  10. Isu lingkungan global
  11. Penerapan teknologi di bidang lingkungan
  12. Aspek kajian terhadap potensi lokal
  13. Daerah Aliran Sungai (DAS)
  14. Ekosistem hutan jati
  15. Pertambangan minyak bumi

 

Profil Lulusan S1 Ilmu Lingkungan UNIGORO

  1. Health, Safety and Environment (HSE) Officer

HSE Officer bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan kerja karyawan di suatu perusahaan, serta pengelolaan dan pemantauan lingkungannya. HSE Officer mengawasi dan memastikan karyawan bekerja sesuai dengan SOP, agar kesehatan dan keselamatannya terjamin. Selain itu, HSE Officer juga membuat dokumen tentang standar keselamatan dan standar lingkungan, serta pemetaan resiko terhadap keselamatan dan lingkungannya.

  1. High Concervation Value (HCV) and Social Impact (SI) Officer

HCV and SI Officer bertanggung jawab untuk memenuhi seluruh proses pembangunan lingkungan pada suatu perusahaan secara berkelanjutan, serta melaksanakan penilaian sosial dan lingkungan pada beberapa perusahaan lain yang serupa.

  1. Penyusun Dokumen Lingkungan

Penyusun dokumen lingkungan bertugas untuk memperkirakan dampak lingkungan ataupun perencanaan kegiatan proyek dengan tujuan memastikan kemungkinan dampak lingkungannya, serta menyusunnya dalam dokumen UKL-UPL.

  1. Konsultan Perencana Produksi

Konsultan perencana produksi bertugas untuk meneliti dan mengevaluasi metode produksi suatu pabrik/ perusahaan agar keseluruhan proses produksinya selalu ramah lingkungan.

  1. Aparatur Sipil Negara (ASN)

ASN bekerja di instansi pemerintah, terutama yang berkaitan dengan lingkungan, misalnya:

  1. Kementerian/ Dinas Lingkungan Hidup
  2. Kementerian/ Dinas Perikanan dan Kelautan
  3. Kementerian/ Dinas Pertanian
  4. Kementrian Pendidikan Nasional (dosen dan guru)
  5. Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia (BAPPEDA)
  6. Kementrian/ Dinas Pekerjaan Umum
  7. Kementrian/ Dinas Kehutanan
  8. Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral
  9. Badan Penanggulangan Bencana
  10. Lembaga-Lembaga Penelitian (BPPT, LIPI, LAPAN, PUSLITBANGTANAK)
  11. Lainnya
  12. LSM Lingkungan (WWF, Walhi, dsb)
  13. LSM Pemberdayaan Masyarakat (community development)
  14. BHMN (Pertamina, Lemigas, PLN)
English English Indonesian Indonesian