Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Melalui Kajian Anggaran Unigoro

Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Melalui Kajian Anggaran

KAJIAN anggaran merupakan salah satu program unggulan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro tahun 2016. Kajian Anggaran diharapkan bisa meningkatkan kualitas mahasiswa, sehingga mampu memahami dan cakap di bidang pengelolaan keuangan negara.

Kajian Anggaran, dengan fokus membedah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini dilaksanakan setiap hari Kamis, pukul 13.00-15.00 WIB di gedung Mayor Sogo Universitas Bojonegoro. Kegiatan ini diikuti oleh 20 mahasiswa.

Dosen pengampu Kajian Anggaran, Miftahul Huda mengatakan, Kajian Anggaran dibentuk sebagai tempat belajar mahasiswa, khususnya mahasiswa Administrasi Negara, untuk membahas, membedah, dan menganalisis pengelolaan anggaran, baik anggaran daerah maupun anggaran desa.

Karena, anggaran merupakan instrumen penting dalam pengelolaan sebuah negara. Karena itu, mahasiswa dengan disiplin Ilmu Adminisitrasi Negara, harus tahu betul dengan proses dan  kebijakan-kebijakan anggaran.

Pemahaman mahasiswa Administrasi Negara tentang pengelolaan keuangan, masih kata Miftahul Huda, sangatlah penting.Mengapa penting? Karena, profiling alumninya adalah menjadi Birokrat, Aparatur Sipil Negara, pejabat struktural atau fungsional, menjadi pengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun milik desa atau menjadi perangkat desa.

”Profil itu harus mempunyai kemampuan bagaimana mengelola anggaran, bagaimana merencanakan pembangunan, dan bagaimana mengambil kebijakan yang bermanfaat untuk masyarakat dan menciptakan kesejahteraan. Itulah urgensi dan pentingnya Kajian Anggaran,” terang pria yang juga dosen FISIP Universitas Bojonegoro itu.

Miftah berharap, program Kajian Anggaran tetap dilanjutkan oleh kepengurusan BEM Fakultas yang baru sebagai proses regenerasi, sepanjang bermanfaat dan penting bagi mahasiswa. Terlebih, visi besar program Kajian Anggaran adalah mewujudkan kualitas mahasiswa yang benar-benar memahami dan ahli di bidang pengelolaan keuangan negara.

”Jangan sampai lulusan kita tidak mengerti tentang tatakelola atau pengelolaan, apakah itu perencanaan pembangunan maupun pengelolaan keuangan. Karena itu menjadi bidang kemampuannya. Sebab, salah satu indikator menjadi pejabat publik, birokrat, atau perangkat desa, harus tahu, mampu atau ahli di bidang pengelolaan keuangan negara,” ujarnya. (Ans)

 

Keterangan Foto:

Kegiatan Kajian Anggaran yang rutin dilaksanakan setiap Kamis di Gedung Mayor Sogo Unigoro.

 

You may also like...