UKM KESENIAN UNJUK SKILS DALAM WISUDA UNIGORO ke – XXX

ukm seni

Universitas Bojonegoro menggelar prosesi wisuda ke – XXX, di depan gedung fisip yang dilaksanakan pada tanggal 21 oktober 2017 dengan diikuti wisuda/wisudawan dari Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik, dalam rangkaian acara penuh dengan kemeriahan di antaranya dari penampilan mahasiswa/i dari UKM Kesenian Universitas Bojonegoro.

UKM Kesenian Universitas Bojonegoro menunjukan kebolehanya serta skils yang dimiliki dari masing – masing divisi. Penampilan pertama dalam pembuka acara yaitu divisi musik dengan menampilkan gaya musik yang bernuansa pop. Dalam penampilanya ini ditujukan untuk menyambut para peserta wisudawan, tamu undangan serta yang berada dalam prosesi wisuda. untuk menghilangkan kebosanan, kejenuhan akibat prosesi wisuda yang bersifat formal.

Divisi Tari juga tak mau kalah dalam memeriahkan prosesi wisuda dengan menampilkan dua penampilan sekaligus, dan dengan latar belakang budaya yang berbeda pula. Untuk penampilan utamanya yaitu mengangkat tarian sosonderan sevuah tarian asli adat jawa, pemilihan tema tarian ini untuk menjaga eksistensi budaya lokal serta melestarikan supaya tidak adanya degradasi budaya dalam perkembangan yang ada. Selanjutnya menampilkan tarian budaya jepang untuk menghargai suatu budaya negara lain.

Sedangkan divisi Teater menampilkan sebuah kolaborasi antara seni tari, seni musik dan seni teater dengan gaya realistis yang mengankat sebuah tema “Ketawadhu’an” karya ini dimainkan oleh 22 orang aktor. 4 orang sebagai pemain musik, 8 orang sebagai penari sekaligus yang menggambarkan suatu masyarakat, 8 orang memerankan murid dan aktor utama 2 orang yaitu seorang Guru dan murid. Alur cerita ini mengisahkan ada seorang murid baru yang dulu dikenal sebagai anak yang nakal dan ingin tobat. Ia melihat suatu rombongan guru dan murid sehingga memutuskan untuk menjadi seorang murid. Sang guru menerimanya sebagai murid dengan syarat ia harus TAWADUK.

Tawaduk sendiri memilik arti TA : Ta’at mareng perintah. WA : Waspodo ing gudo. DU : Duweni wedi marang gusti. K : Khusyuk ngelampahi sedanten. Setelah diterima diberikan ujian yaitu Dikongkon Nunu Beton Sepuloh Ngari Siji Karek Songo (KONUTONLOH NGAJI REKNGO). Akhir cerita seorang murid ini berhasil melakukan semua syarat yang diberikan.

Ragil Ramdahan sebagai ketu UKM Kesenian Menuturkan Harapanya bahwa untuk UKM Kesenian kedepanya mampu melaksanakan tugas lebih baik. Dan memberikan dedikasinya kepada UNIGORO dan masyarakat Bojonegoro. Supaya kesenian dan kebudayaan di Bojonegoro mampu berkembang sehingga juga mampu mengembangkan segi perkonomian, dan mampu mempunyai karakteristik dan ciri tersendiri. Agar pemuda – pemudi di Indonesia Khususnya Bojonegoro tidak lupa akan budayanya sendiri. Salam Budaya. (mun)

You may also like...