Unigoro Bertekad Menjadikan Kampus Sebagai Pusat Literasi

literasi

SALAM LITERASI: Mahasiswa kelas menulis dan dosen Unigoro berpose bersama Gol A Gong seusai acara.

 

 

BOJONEGORO – Gerakan literasi harus menjadi nafas utama dalam perguruan tinggi, termasuk di Bojonegoro. Untuk itu, kampus harus menjadi motor gerakan literasi di masyarakat dengan menghasilkan karya-karya intelektual.

Motivasi tersebut disampaikan Heri Hendrayana Harris atau yang lebih dikenal dengan nama Gol A Gong saat menyampaikan materi Inspirasi Menulis dalam Apresiasi Seni dan Literasi yang digelar Universitas Bojonegoro (Unigoro), Minggu (16/7) sore.

”Saya sangat mengapresiasi dideklarasikannya Unigoro sebagai kampus literasi. Setelah ini saya berharap gerakan literasi di Bojonegoro semakin menggeliat. Sehingga akan muncul karya-karya intelektual dari kampus,” ujarnya.

Selama kurang lebih satu jam, Gol A Gong memberikan pencerahan kepada peserta, yang terdiri dari siswa, mahasiswa, pegiat literasi Bojonegoro, dosen, dan pegiat HIMPAUDI mengenai arti pentingnya sebuah tulisan bagi berkembangnya sebuah peradaban bangsa. ”Jadilah orang hebat agar bisa didengar banyak orang,” pesannya. Selain memotivasi untuk menulis, Gol A Gong juga membaca puisi dalam acara tersebut.

Selain berisi motivasi menulis,  kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai acara. Yakni, parade puisi oleh seniman dua Bojonegoro, dosen dan mahasiswa Unigoro; launching empat buku karya dosen Unigoro dan pegiat literasi Bojonegoro; deklarasi kampus literasi; pementasan teater; dan penandatanganan MoU antara Unigoro (oleh Rektor Slamet Kyswantoro dengan lembaga MEP (Menebar Energi Positif), yang diwakili oleh Gol A Gong sebagai penasihat MEP.

Empat buku yang dilaunching, tiga di antaranya karya dosen Unigoro. Yakni, karya Ahmad Taufiq (FISIP), Tri Astuti Handayani (Fakultas Hukum), dan Laily Agustin (Fakultas Pertanian).

Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Arief Januwarso menjelang penutupan acara berharap, kehadiran Gol A Gong mampu memotivasi mahasiswa untuk senantiasa cinta membaca dan menulis, sekaligus cinta buku.

“Kami bertekad menjadikan kampus ini pusat literasi. Kami akan memberikan keleluasaan agar gerakan literasi berkembang lebih pesat lagi, agar iklim akademik semakin tumbuh subur. Sebab,

Kami menyadari betapa pentingnya karya literasi bagi sejarah peradaban manusia di masa yang akan datang,” ungkap Mas Ayik, sapaan akrabnya.

Ke depan, pihak kampus, lanjut Mas Ayik, akan lebih mengintensifkan kerja sama dengan Rumah Dunia (RD) pimpinan Gol A Gong, di Serang, Banten, dalam berbagai kegiatan literasi di Bojonegoro. (mulia)

You may also like...