Wujudkan Desa Sehat, Cerdas, dan Ramah Anak di Desa Tegalkodo, Sukosewu

kel 6

KEMAJUAN DESA: Peserta KKN dari Kelompok 6 berpose bersama di sela pelaksanaan Sosialisasi Empowering Parenting.

SEBAGAI perwujudan pengabdian kepada masyarakat, yang merupakan salah satu amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa, termasuk Universitas Bojonegoro (Unigoro) harus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pelaksanaan KKN Tematik Unigoro dilaksanakan pada 29 Juli hingga 26 Agustus 2017. KKN tahun ini bersifat tematik yang berbasiskan program-program pemberdayaan masyarakat.

Kelompok 6 mengambil sasaran di Desa Tegalkodo, Kecamatan Sukosewu dengan judul program, Mewujudkan Desa Sehat,  Cerdas dan Ramah Anak. Dengan menjalankan lima klaster/indikator untuk menuju Desa Ramah Anak.

Yakni, pertama, Membuat taman bermain anak,  yang dialokasikan di depan Diniyah Robitul Ulum.  ”Taman ini sekarang menjadi pusat bermain anak-anak Desa Tegalkodo, karena lokasinya berada di tengah-tengah desa,” kata Ketua Kelompok 6, Redi Antoro.

Kedua, lanjut dia, membangun taman baca untuk anak. Di dalamnya ada ratusan buku bacaan untuk anak dan untuk umum dan tiga unit komputer untuk anak-anak belajar komputer. ”Diharapkan, setelah ada taman baca, anak-anak semakin semangat dalam belajar dan menambah wawasan,” ujar Redi Antoro.

Ketiga, Rambu peringatan bagi pengguna jalan di taman bermain anak. Tujuannya, supaya para pengguna jalan senantiasa hati-hati dalam melintas di kawasan anak. ”Karena, sudah semestinya anak-anak sejak dini diajari untuk taat peraturan, untuk mengurangi kecelakaan dalam berkendara,” terangnya.

Langkah keempat adalah sosialisasi Empowering Parenting (teknik mengasuh dan berkomunikasi dengan anak yang benar). ”Sosialisasi ini telah dilaksanakan pada hari Minggu 20 Agustus yang diikuti oleh ibu-ibu, tim pengerak PKK, dan perangkat desa,” tuturnya. Adapun narasumbernya, Lasiran M. Pd, kepala SMPN 2 Bojonegoro.

Sedangkan langkah kelima, masih kata mahasiswa FISIP ini, adalah membuat rencana perdes tentang perlindungan anak. ”Semua program telah diselesaikan dengan baik,  kecuali Raperdes tentang perlindungan anak yang masih dikaji dan dipelajari oleh Pemerintah Desa Tegalkodo dan mahasiswa KKN. Semoga ini cepat terselesaikan,” katanya.

Untuk menjalankan program tersebut, kelompok 6 juga mengkaji raperdes. Raperdes  itu ada KPAD (komisi perlindungan anak desa) yang tugasnya memberi pengarahan atau jika ada problem dengan anak di desa.  Yang semua pembiayaan dianggarkan dari APBDes.

Kepala Desa Tegalkodo mengatakan, program-program yang sudah dilaksanakan sangat baik. Karena itu, pihaknya sangat antusias. ”Anak-anak yang sebelumnya hanya bermain tanpa ada manfaat, setelah ada program dari kelompok 6 sering bermain di tempat bermain tersebut,” ujarnya. (Yunta)

You may also like...