61 Kelompok Mahasiswa Unigoro Resmi Berpartisipasi di PKM 2024

BOJONEGORO – Per 28 Februari 2024, tercatat ada 61 kelompok mahasiswa dari lintas prodi di Unigoro terdaftar sebagai peserta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2024. PKM adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI untuk meningkatkan mutu mahasiswa perguruan tinggi. Unigoro selalu mendorong para mahasiswa untuk berpartisipasi di ajang PKM setiap tahun.

Ketua Organizing Committee CC-PKM 2024, M. Bakhru Thohir, S.Si., M.Sc. menerangkan, 61 kelompok mahasiswa telah dikurasi mulai dari pemilihan skema hingga judul. Rinciannya tiga kelompok PKM karsa cipta (KC), 10 kelompok PKM kewirausahaan (K), 13 kelompok PKM pengabdian masyarakat (PM), 18 kelompok PKM riset eksakta (RE), tujuh kelompok PKM riset sosial humaniora (RSH), satu kelompok video gagasan konstruktif (VGK), empat kelompok PKM artikel ilmiah (AI), serta lima kelompok PKM gagasan futuristik tertulis (GFT). “Menariknya, di PKM tahun ini baru pertama kali ikut PKM skema VGK dan GFT. Kami pribadi berharap banyak yang berpartisipasi di VGK. Karena kalo dicocokkan dengan aktivitas mahasiswanya, ada,” terangnya pada Warta Unigoro.

Bakhru melanjutkan, kelompok yang lolos PKM skema delapan bidang akan mendapatkan pendanaan. Sedangkan kelompok PKM skema AI dan GFT akan memperoleh insentif atas hasil karyanya. Nama-nama kelompok yang lolos pendanaan dan insentif PKM 2024 diperkirakan akan diumumkan April mendatang. “Salah satu benefit jadi peserta PKM adalah mahasiswa berhak mendapatkan rekognisi SKS,” ungkapnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Prodi Kimia Unigoro ini menjelaskan, pihaknya akan memetakan nama-nama mahasiswa yang lolos seleksi tahap satu PKM (administrasi). Selanjutnya, bersurat ke kaprodi dan merekomendasikan mata kuliah yang sesuai dengan rekognisi SKS. Maksimal dua SKS. Kemudian, jika ada lagi mahasiswa yang lolos seleksi tahap dua PKM (substansi), akan mendapatkan rekognisi maksimal lima SKS. “Contohnya mahasiswa ikut PKM RE atau RSH. Maka mata kuliah yang direkomendasikan untuk direkognisi adalah metode penelitian sebanyak dua SKS,” jelasnya.

Bakhru mencontohkan, salah satu mahasiswa prodi kimia Unigoro, Diah Ayu Setiyaningrum, menjadi lulusan tercepat pertama berkat partisipasinya di PKM tahun lalu. Dia bisa ambil mata kuliah tugas akhir (TA) di semester tujuh karena SKS-nya sudah terpenuhi. “Sudah ada contoh riil-nya. Diah dapat gratis tujuh SKS berkat PKM. Sedangkan skripsi jumlahnya hanya enam SKS. Itu yang membuat Diah bisa lulus lewat penelitian PKM. Benefit-nya itu,” pungkasnya. (din)