BOJONEGORO – Prodi Kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Gedung H Fakultas Sains dan Teknik (Saintek) Unigoro, Rabu (20/5/26). Kuliah praktisi kali ini membahas tentang analisis dan interpretasi data lingkungan BOD, COD, dan DO untuk memahami kualitas lingkungan secara nyata dan aplikatif. Dengan menghadirkan narasumber Windo Joko Febianto, S.Si., dari PT. Sanraksa Natura Loka.
Menurut Windo, dalam aktivitas monitoring lingkungan pemerintah telah menerbitkan regulasi PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Yang mengatur tentang kriteria pencemaran lingkungan, regulasi baku mutu lingkungan, baku mutu udara ambien, baku mutu air sungai, baku mutu air laut, baku mutu TCLP dan limbah B3, hingga emisi sumber tidak bergerak dan tanah.
Rantai kegiatan analisis lingkungan dimulai dari sampling, prereservasi, logistik, analis lab, hingga pelaporan untuk menjamin integritas data dari lapangan hingga ke pengadilan. “Yang akan kita pelajari hari ini parameter kimia BOD, COD, DO, dan Amonia. Tiap metode tersebut memiliki karakteristik berbeda. Dapat diukur menggunakan alat yang praktis maupun dianalisis di laboratorium akurat dengan sertifikasi ISO,” terang Windo.
Pada kesempatan ini, Windo juga menunjukkan studi kasus pencemaran lingkungan yang ditandai dengan melonjaknya populasi ikan sapu-sapu di kawasan sungai. Ikan invasif asal Amazon ini menjadi penanda tingginya tingkat pencemaran perairan akibat akumulasi logam berat. “Jadi bukan karena karakteristik ikannya yang adaptif di tempat kotor. Memang ada problem serius di perairan kita sehingga mengancam ekosistem air lainnya,” jelasnya.
Kuliah praktisi yang dimoderatori oleh M. Bakhru Thohir, S.Si., M.Sc., berlangsung interaktif. Mahasiswa-mahasiswi Kimia Unigoro memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi dengan praktisi tentang analisis lingkungan. (din)
