BOJONEGORO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) senantiasa mengajak pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Bojonegoro untuk saling bersinergi. Utamanya untuk mengoptimalkan sistem informasi desa berbasis potensi lokal.
Kabid Penelitian LPPM Unigoro, Mrabawani Insan Rendra, ST., M.P.W.K., menerangkan, sistem informasi desa dapat menjadi indikator kemajuan suatu desa yang mandiri dan sejahtera. Beragam informasi bisa diakses secara terbuka oleh masyarakat. Mulai dari pemetaan aset dan sumber daya desa, analisis potensi dan perencanaan strategis, hingga implementasi dan pengembangan ekonomi desa. “Penyusunan peta potensi desa ini dapat dilakukan secara partisipasif atau grourd mapping. Ada tujuh langkah pemetaan partisipatif masyarakat yang dapat diaplikasikan. LPPM Unigoro beberapa kali melaksanakan pengabdian masyarakat dengan fokus program penyusunan potensi desa,” terangnya dalam forum Paparan Potensi Desa bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur di Kantor Kecamatan Balen, Kamis (21/5/26).

Insan memaparkan, langkah pemetaan partisipatif masyarakat diawali dengan musyawarah kesepakatan batas wilayah. Pelatihan teknis pemetaan untuk warga, survei lapangan, serta pengolahan data dan penggambaran peta. Kemudian proses dilanjutkan dengan verifikasi hasil dan penandatanganan berita acara, pencetakan fisik peta desa, lalu pengesahan peta secara legal. “Output-nya berupa peta batas RT, RW, dan dusun, peta potensi desa, serta peta tata guna lahan. Adanya peta tersebut diharapkan dapat bermanfaat untuk merencanakan pembangunan. Apalagi pembangunan di desa-desa sangat masif,” pungkasnya. (din)
