BOJONEGORO – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah umum internasional via daring, Rabu petang (14/10/26). Kuliah umum yang mahasiswa semester lima ini membahas tentang strategi penanggulangan kemiskinan berbasis kelembagaan. Dengan menghadirkan Dr. Adil Hassan Ibrahim Mohamed, M.I.P., selaku peneliti doktoral University of Deusto, Spanyol.
Dekan FISIP Unigoro, Dr. Ahmad Taufiq, S.Hi., M.Si., menuturkan, topik yang dipilih dalam kuliah umum internasional kali ini inline wawasan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Kemiskinan bukan hanya persoalan rendahnya pendapatan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan pelayanan publik. “Sehingga penanganannya membutuhkan peran berbagai lembaga yang mampu merancang dan melaksanakan kebijakan secara efektif,” tuturnya.
Menurut Adil, di negara berkembang kemiskinan sering kali semakin sulit diatasi akibat ketimpangan sosial, ketidakstabilan politik, serta kebijakan pemerintah yang belum berjalan secara efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah perlu membuat kebijakan yang tepat sasaran, seperti memberikan bantuan sosial, menyediakan akses pembiayaan usaha mikro, mengadakan pelatihan keterampilan kerja, mengembangkan sektor pertanian, membuka lapangan pekerjaan, hingga melibatkan masyarakat dalam pembangunan.
“Namun, kebijakan yang baik saja tidak cukup jika tidak dilaksanakan dengan benar. Peran lembaga pemerintahan sangat penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan. Sehingga harus memiliki kemampuan administrasi yang memadai, bertanggung jawab atas pelaksanaan program, serta menjalankan aturan secara adil dan transparan,” paparnya.
Pria yang juga dosen di University of Bahri, Sudan, menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan atau membuat program pemerintah. “Jika kebijakan dan kelembagaan berjalan beriringan, upaya mengurangi kemiskinan akan lebih efektif dan berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup sejahtera,” tandasnya. (din)
