BOJONEGORO – Universitas Bojonegoro (Unigoro) turut ambil bagian dalam mendukung pencapaian Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) untuk Kabupaten Bojonegoro. Sejumlah akademisi dihadirkan dalam Verifikasi Lapangan PPE 2026 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI via daring di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Jumat (23/10/26). PPE merupakan penghargaan atas peran dan komitmen dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender (KKG) melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unigoro, Dra. Ida Swasanti, M.M., M.Si., menuturkan, kehadiran akademisi Unigoro sebagai bentuk dukungan untuk mencapai penghargaan tersebut. Dengan melaporkan upaya dan kegiatan yang dilakukan sehubungan dengan pengarusutamaan gender. Baik yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. “Seperti kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada perempuan baik sisi kesehatan, pelatihan dan bakti sosial, serta bidang hukum,” tuturnya.
Menurut Ida, Pemkab Bojonegoro juga telah mengimplementasikan strategi pengarusutamaan gender lintas sektor perangkat daerah. Di antaranya angkutan gratis bagi pelajar disabilitas, gerakan beternak ayam petelur mandiri (Gayatri), sertifikasi tenaga kerja konstruksi perempuan, hingga program beasiswa bagi keluarga miskin dan rentan.
Sebagai akademisi beliau berharap, ke depan Unigoro juga dapat menerapkan pengarusutamaan perempuan dalam hal pemberian perlindungan pendidikan dan akses hukum. “Jadi tidak hanya berhenti dalam tataran regulasi, tetapi bagaimana menerjemahkan isi regulasi perlindungan ke dalam aksi nyata,” pungkas Ida. (din)
