Bahas Manufaktur Berkelanjutan, Prodi Teknik Industri Unigoro Gelar Kuliah Umum

BOJONEGORO – Prodi Teknik Industri Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah umum di Gedung Mayor Sogo Unigoro, pada Selasa (14/5/24). Kuliah umum ini mengusung tema Enhancing Sustainbility Manufacturing For The Global Future. Prodi tersebut menghadirkan Dr. Ir. Rony Prabowo, SE., ST., MT., MSM, selaku Kaprodi S2 Teknik Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS).

Dekan Fakultas Sains dan Teknik (Saintek) Unigoro, Ir. H. Zainnudin, MT., menuturkan, bebrapa prodi di Fakultas Saintek Unigoro beberapa kali telah bekerja sama dengan ITATS di bidang pendidikan. Beliau mengharapkan adanya kerja sama lagi di bidang riset. Salah satunya dalam bentuk publikasi jurnal. “Manufaktur berkelanjutan jadi tuntutan dalam dunia usaha. Ini jadi tanggung jawab bersama untuk sosial dan lingkungan. Semoga ilmu yang dipelajari dalam kuliah umum kali ini bisa menjadi guide bagi mahasiswa untuk berkarir ke depan,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor III Unigoro, Ir. H. Noor Djohar, MM. Selaras dengan misi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Unigoro mewajibkan setiap prodi menyelenggarakan kuliah praktisi dan kuliah umum tiap semester. “Saya optimistis mahasiswa prodi Teknik Industri Unigoro tidak kekurangan masa depan. Banyak kesempatan untuk berkarir maupun menjadi akademisi di bidang teknik industri,” imbuhnya.

Kuliah umum tersebut dimoderatori oleh Rio Candra P., M.Psi., Psikolog. Di hadapan mahasiswa, Rony menekankan bahwa teknik industri laksana ilmu parit. Luas, panjang, namun tidak dalam. Sehingga banyak cabang ilmu yang bisa dipelajari di teknik industri. “Tujuannya menstimulasi mahasiswa untuk berpikir praktis, from material to enterprise. Ada prinsip manajerialnya dan berpikir secara metode,” paparnya.

Pria yang tinggal di Surabaya ini juga memaparkan tentang perkembangan revolusi industri. Hasil dari adanya revolusi industri 1.0 hingga 5.0 yang bisa dirasakan hingga saat ini di antaranya jam operasional bekerja, klasifikasi pekerja berdasarkan usia. “Penggunaan alat pendukung kerja juga menandai adanya manufaktur berkelanjutan. Bagaimana alat pendukung kerja yang sederhana tapi bisa menciptakan ekosistem kerja yang efisien, safety, dan efektif,” jelas Rony.

Mahasiswa prodi teknik industri Unigoro tampak antusias dengan topik kuliah umum kali ini. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi tentang manufaktur berkelanjutan dengan praktisi. (din)