Bedah Sistem Manajemen Keamanan Pangan, Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro Gelar Kuliah Umum

BOJONEGORO – Prodi Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah umum di Gedung Mayor Sogo Unigoro, pada Kamis (20/6/24). Kuliah umum kali ini mengusung tema Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab. Prodi tersebut menghadirkan Andri Prastyowati, S.Pt., M.Si., selaku Head of Quality Division Food and Beverage PT. Realfood Winta Asia sebagai pemateri. Kuliah umum ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Unigoro, melainkan juga puluhan siswa-siswi SMA/SMK/MA se Kabupaten Bojonegoro.

Ketua Pelaksana Kuliah Umum Ilmu Lingkungan Unigoro, S. Indah Purwaningrum, ST., M.Si., mengatakan, tema yang dipilih dalam kuliah umum tersebut selaras dengan poin ke 12 Sustainable Development Goals (SDGs), yakni konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. “Tujuannya untuk memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Sekaligus berfokus pada penggunaan sumber daya yang efisien dan meminimalkan pemborosan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknik Unigoro, Herta Novianto, ST., SH., M.Si. Dalam sambutannya, Herta berharap kuliah umum yang diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro berjalan lancar. “Mudah-mudahan para peserta bisa memetik manfaat untuk menyelesaikan masalah lingkungan yang ada,” tuturnya.

Di hadapan para peserta, Andri menegaskan pentingnya menjaga keamanan pangan. Sebab pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Sehingga harus layak dan aman untuk dikonsumsi. Ada banyak peluang dan tantangan yang harus dihadapi saat ini berkaitan dengan keamanan pangan. Mulai dari meningkatnya ekspetasi masyarakat terhadap perlindungan kesehatan, hingga beban penyakit akibat pangan juga semakin meningkat. “Berdasarkan data WHO, satu dari sepuluh orang di dunia terkena penyakit bawaan makanan. Kami sebagai pelaku dalam industri pangan harus merespon hal ini dengan meningkatkan keamanan pangan yang diproduksi,” jelasnya.

Andri melanjutkan, keamanan pangan di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan. Ada sebelas poin yang diatur di PP tersebut. Yakni sanitasi pangan, pengaturan terhadap bahan tambahan pangan, pengaturan terhadap pangan produk rekayasa, pengaturan terhadap iradiasi pangan, penetapan standar kemasan pangan, pemberian jaminan keamanan pangan dan mutu pangan, jaminan produk halal bagi yang disyaratkan, pengawasan, penanganan kejadian luar biasa (KLB), penanganan cepat terhadap kedaruratan keamanan pangan, serta peran aktif masyarakat. “Ketentuan penyelenggaraan pangan juga diatur dalam PP tersebut. Sedangkan sistem pengawasan pangan dibagi jadi tiga pilar. Pertama industri pangan, sebagai penanggung jawab utama keamanan pangan. Kedua konsumen, karena dia berhak mendapatkan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Ketiga pemerintah, sebagai regulatornya,” paparnya.

Para peserta tampak antusias dengan topik kuliah umum kali ini. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi tentang sistem manajemen keamanan pangan yang diterapkan oleh PT. Realfood Winta Asia. Salah satu pangan yang lokasinya berdekatan dengan kampus Unigoro. (din)