BPS Bojonegoro Gelar Pembinaan Agen Statistik di Perpustakaan Unigoro

BOJONEGORO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro berkolaborasi dengan Perpustakaan Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar pembinaan agen statistik, pada Jumat (1/3/24). Pelatihan ini diikuti lima mahasiswa yang terpilih menjadi agen statistik.

Pustakawan Perpustakaan Unigoro, Novi Nur Aryanti, S.IP., menerangkan, lima mahasiswa agen statistik berasal dari prodi ekonomi Pembangunan, administrasi publik, dan agribisnis. Sebelumnya, mereka melaksanakan magang di kantor BPS Kabupaten Bojonegoro mulai 1 hingga 28 Februari 2024. “Salah satu benefit menjadi agen statistik adalah berkesempatan magang dan mendapat sertifikat dari BPS. Setiap tahun pastinya akan ada open recruitmen agen statistik di bulan Januari. Semua mahasiswa dari lintas prodi dan semester bisa berpartisipasi,” terangnya.

Pembinaan agen statistik ini dipandu oleh Binar Ulfandari, S.Si., dari BPS Kabupaten Bojonegoro. Mulai pekan depan, lima mahasiswa akan resmi bertugas sebagai agen statistik di Pojok Statistik Perpustakaan Unigoro. Mereka mendapat pembinaan tentang apa saja kegiatan yang dilakukan di Pojok Statistik. Seperti konsultasi statistik, edukasi statistik, ruang baca, serta promosi statistik. Binar mengungkapkan, peta persebaran Pojok Statistik di berbagai daerah masih sedikit. “Dari 34 provinsi, hanya ada 108 universitas yang memiliki Pojok Statistik. Unigoro adalah salah satu perguruan tinggi yang berkomitmen kolaborasi dengan BPS untuk menyediakan Pojok Statistik di perpustakaan,” ungkapnya.

Banyak hal yang bisa didapatkan oleh mahasiswa dengan menjadi agen statistik. Di antaranya pengembangan pengetahuan dan kompetensi, menjalin relasi, scalling up skill, sarana MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka), serta menambah pengalaman. “Kita bisa bersama-sama meningkatkan literasi dan kesadaran akan data statistik di lingkungan universitas. Sekaligus meningkatkan user engangement antara BPS dengan mahasiswa dan akademisi. Karena yang mengakses layanan statistik 61 persen adalah mahasiswa dan peneliti,” pungkas Binar. (din)