Diah Ayu Setiyaningrum, Lolos PKM 2023 dan Jadi Lulusan Tercepat Prodi Kimia Unigoro

BOJONEGORO – Prodi Kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) berbangga dengan prestasi Diah Ayu Setiyaningrum. Mahasiswi asal Desa Bakalan, Kecamatan Kapas ini menjadi lulusan tercepat pertama di prodi kimia melalui jalur publikasi jurnal. Artikel ilmiahnya berhasil dipublikasikan di jurnal SINTA 3. Selain itu, Diah juga lolos pendanaan Program Keativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek 2023.

Kepada Redaktur Warta Unigoro, Diah menuturkan, artikel ilmiah berjudul Penggunaan Metode FT-IR untuk Deteksi Kandungan Senyawa pada Eco-enzyme yang Diaplikasikan sebagai Pleter Hidrogel merupakan hasil dari penelitian yang diikutsertakan PKM 2023. Dia menilai, saat ini penelitian Eco-enzyme untuk konteks kesehatan belum banyak. “Ternyata Eco-enzyme ini bermanfaat untuk medis sebagai bahan campuran plester hidrogel. Dengan konsentrasi berapa persen Eco-enzyme ini bisa ditambahkan sebagai bahan penyembuh luka atau mengecilkan diameter lukanya,” tuturnya pada Jumat (2/2/24).

Diah menjelaskan, dia hanya membutuhkan waktu untuk menyusun artikel ilmiah ini. Karena sebagian data-data penelitian sudah didapatkan saat PKM 2023. Mahasiswi semester tujuh prodi kimia Unigoro ini hanya menambahkan data tentang identifikasi kandungan senyawa dalam Eco-enzyme. Sekaligus menambahkan hasil identifikasi menggunakan metode FT-IR (Fourier Transform Infra Red). Artikel ilmiah tersebut sukses dipresentasikan dalam forum Seminar Hasil di Gedung H Fakultas Sains dan Teknik Unigoro, pada 1 Februari 2024. Ketua Prodi Kimia Unigoro, M. Bakhru Thohir, S.Si., M.Sc., menjadi penguji utama. Didampingi Meilisa Rusdiana, M.Si., dan Dyah Setyaningrum, M.Sc., sebagai dosen pembimbing. “Hasilnya formulasi Eco-enzyme sebanyak 45 persen secara visual saat diaplikasikan di mencit, luas diameter lukanya semakin mengecil,’’ jelasnya.

Meskipun telah dinyatakan lulus, artikel ilmiah karya Diah perlu direvisi kembali. Terutama spesifikasi metode penelitian yang diaplikasikannya. “Soalnya judul dengan metodenya harus sama. Sehingga dalam proses di FT-IR harus diperjelas lagi,” pungkasnya. (din)