IAPA Jatim dan Forum Dekan FISIP Jatim Gelar Sosialisasi LAMSPAK di Unigoro

BOJONEGOROIndonesian Association for Public Administration (IAPA) Jawa Timur (Jatim) dan Forum Dekan FISIP Jatim menggelar sosialisasi Lembaga Akreditrasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) di Hall Suyitno Universitas Bojonegoro (Unigoro), pada Jumat (21/6/24). Di momen yang sama, asosiasi dan forum tersebut juga menggelar seminar nasional. Sosialisasi dihadiri oleh dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) se Jatim, serta ketua prodi administrasi publik dan administrasi negara se Jatim.

Ketua pelaksana sosialisasi dan seminar nasional, Dr. Rupiarsieh, M.Si., menerangkan, acara ini merupakan kolaborasi antara IAPA Jatim, Forum Dekan FISIP Jatim, dan Unigoro selaku tuan rumah. Adanya aturan baru tentang akreditasi mandiri untuk perguruan tinggi yang memiliki FISIP maupun FIA perlu disosialisasikan segera. “Sedangkan untuk seminar nasionalnya, kami mengangkat tema Kepemimpinan Kepala Daerah dan Tata Kelola Sumber Daya Lokal. Tema ini untuk merespon Pilkada Serentak yang akan diselenggarakan November nanti. Sehingga diharapkan mampu menginspirasi cakada (calon kepala daerah) untuk memajukan daerahnya,” terangnya.

Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum, mengucapkan terima kasih Unigoro dipercaya menjadi tuan rumah event bergengsi ini. Sementara itu, Ketua IAPA Jatim, Dr. Mohammad Nuh, S.IP., M.Si., mengaku bangga dipercaya menjadi partner Forum Dekan FISIP Jatim. Tema yang diusung dalam seminar nasional diharapkan bisa menjadi pemantik bagi cakada untuk berbenah diri. “Di seminar ini akan hadir unsur eksekutif, legislatif, dan akademisi. Harapannya kita bisa mendapatkan figur pemimpin daerah yang visioner untuk mengembangkan potensi lokal,” tuturnya.

Sosialisasi LAMSPAK dimoderatori oleh Dr. Sri Juni W.A, serta sebagai narasumber Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si., selaku Ketua LAMSPAK.

Menurut Muluk, sapaan akrabnya, kunci sukses akreditasi adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan baik. Adanya akreditasi bertujuan untuk peningkatan mutu akademik dan akuntabilitas masyarakat untuk menginformasikan kondisi prodi teraktual. Kewajiban akreditasi prodi diatur dalam Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 Pasal 102 (1c). Saat ini, akreditasi prodi dilakukan oleh LAM (Lembaga Akreditrasi Mandiri). “Jadi tidak ada lagi peringkat akreditasi seperti Unggul, Amat Baik, atau Baik. Tapi menjadi status Terakreditasi, Terakreditasi Sementara, atau Tidak Terakreditasi. Maksudnya Terakreditasi adalah prodi telah memenuhi standar nasional pendidikan tinggi,” paparnya. (din)