Kelompok 10 KKN Unigoro Laksanakan Survei Demografi Masyarakat

BOJONEGORO – 27 kelompok KKN Tematik Kolaboratif Unigoro 2024 mulai melaksanakan survei demografi masyarakat sejak pekan lalu. Salah satunya dilakukan oleh Kelompok 10 di Desa/Kecamatan Kedungadem, pekan lalu. Survei demografi masyarakat desa bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan. Pelaksanaan survei ini diarahkan langsung oleh DPL Kelompok 10 KKN Unigoro, Oktavianus Cahya A., ST., M.Sc.

Sekretaris Kelompok 10 KKN Unigoro, Kurnia Wahyu Ningtyas, menuturkan, selaras dengan tema KKN tahun ini mengusung misi Zero Poverty atau Nol Kemiskinan. Setiap kelompok diwajibkan menghasilkan output berupa data kemiskinan, data potensi ekonomi dan SDA. Sehingga perlu dilakukan survei demografi masyarakat sebelum kegiatan KKN dimulai pada Juli. “Pemerintah desa setempat  merespons survei demografi dengan baik. Mereka dapat membantu dalam menyebarkan informasi tentang adanya survei ini kepada masyarakat. Sekaligus memberikan bantuan logistik atau fasilitas untuk kelancaran pelaksanaan survei demografi,” tuturnya pada Senin (13/5/24).

Kurnia melanjutkan, ada beberapa pertanyaan penting yang diajukan Kelompok 10 KKN Unigoro saat melakukan wawancara dengan responden. Di antaranya tentang finansial prefensi, mata pencaharian penduduk, dan sebagainya. Secara langsung, mahasiswa juga belajar tentang etika wawancara.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Kelompok 10 KKN Unigoro sementara menyimpulkan ada beberapa masalah yang berulangkali terjadi di Desa Kedungadem. “Yang berkaitan dengan kondisi kemiskinan masyarakat meliputi ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, serta rendahnya akses terhadap hasil pembangunan dari segi pendapatan, kesehatan, dan pendidikan. Kemudian pemanfaatan dana desa yang belum optimal,” ungkap Kurnia.

Mahasiswi semester enam prodi administrasi publik Unigoro ini berharap, kehadiran Kelompok 10 KKN Unigoro dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat Desa Kedungadem. Terutama membantu dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai bidang. Serta memperkuat hubungan antara desa dan perguruan tinggi untuk membantu mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. (din)