Kolaborasi Universitas Bojonegoro Bersama SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Gelar Seminar

Kolaborasi Universitas Bojonegoro Bersama SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Gelar Seminar

Dalam rangka memperingati hari Pers Nasional 2022 Universitas Bojonegoro dengan SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) pada hari 23 Februari 2022 menyelenggarakan seminar yang bertemakan “Literasi Media dan Edukasi Jurnalistik Media Bagi Kalangan Mahasiswa, dan Masyarakat” yang bertempat di Aula Suyitno Universitas Bojonegoro. Acara dimulai pada pukul 09.00-12.00 WIB yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Universitas Bojonegoro diwakili, Rektor Universitas Bojonegoro diwakili Wakil Rektor, Kapolres Bojonegoro, Dandim Bojonegoro, Bupati Bojonegoro diwakili staf ahli, perwakilan Perangkat Desa, Kepala Desa, Guru SMK dan SMP, dan diikuti oleh beberapa Mahasiswa dari Unigoro, STIKES Icsada, dan STIKES Maboro.
Dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Sasmito Anggoro Ketua SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Bojonegoro dan Ketua SMSI Jawa Timur Dr. Makin Rahmat Samiaji. Seminar ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi dan pengenalan media dan kinerja media berita serta menjelaskan perbedaan antara media sosial dan media Berita/Siber terhadap peserta agar ada pemahaman bahwa media berita ada Hukum yang menaungi yaitu UU No.40 tahun 1999 tentang Pers. Agar peserta paham bahwa media yang di dalamnya ada wartawan, redaksi dan berita bekerja berdasarkan Undang-undang, dan dapat dipertanggungjawabkan, berbeda dengan media sosial seperti Facebook, Twiter, Instagram dan lainnya.
Seminar diadakan untuk masyarakat mahasiswa agar mengenal kinerja pers, media, dan wartawan dengan sebenarnya. Rangkaian seminar yang dimulai dengan pembukaan, sambutan dari Ketua SMSI Bojonegoro, Ketua Yayasan Unigoro, dan Bupati Bojonegoro diwakili staf ahli Dandi Suprayitno kemudian dilanjutkan dengan seminar.
“Harapan dari seminar ini agar masyarakat, mahasiswa yang juga generasi milenial paham wartawan yang benar-benar menjalankan fungsinya sebagai wartawan dan wartawan yang hanya abal-abal atau media abal-abal, sehingga ada kejelasan jika membaca media mana media yang sesungguhnya sesuai kriteria aturan Dewan Pers atau tidak. Dan juga bisa membedakan antara media sosial dan media berita/siber, serta tahu pertanggungjawaban hukum ketika menulis di media berita dan media sosial.” Ujar Sasmito Anggoro Ketua SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) dan selaku Pemimpin Redaksi Media Siber SuaraBojonegoro.com

-Tim Jurnalis UKM P2J