LPPM Unigoro Optimistis Lolos Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemendikbudristek

BOJONEGORO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) mencatat ada 45 dosen yang mengajukan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat Kemendikbudristek tahun ini. Dengan persiapan yang matang, para dosen optimistis lolos di tahap seleksi proposal.

Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., menuturkan, ada tiga skema penelitian yang dipilih oleh dosen-dosen Unigoro. Yakni penelitian fundamental, penelitian kerja sama dalam negeri, dan penelitian dosen pemula (PDP). Sedangkan untuk skema pengadian masyarakat ada dua. Yakni pengabdian masyarakat pemula serta pemberdayaan kemitraan masyarakat. “Kalau kita lolos di seleksi ini, kita akan mendapatkan pendanaan dengan platform anggaran yang beragam. PDP Rp 50 Juta, penelitian fundamental Rp 150 Juta, sedangkan untuk penelitian kerja sama dalam negeri Rp 150 Juta,” tuturnya pada Selasa (2/4/24).

Agar semakin banyak proposal yang lolos, LPPM Unigoro telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya mengundang reviewer nasional serta menyelenggarakan klinik proposal hibah penelitian dan pengabdian masyarakat. Laily mengungkapkan, belajar dari pengalaman tahun sebelumnya banyak proposal yang sudah dikirim. Meskipun secara internal sudah diseleksi, namun yang lolos pendanaan hanya tiga proposal. Yakni tiga proposal penelitian dan satu proposal pengabdian masyarakat. “Kami selalu berbenah. Tahun lalu kita mengundang reviewer nasional untuk me-review proposal-proposal yang tidak lolos agar bisa di-improve. Lalu tahun ini kita mengundang dua reviewer nasional yang spesifik untuk bidang eksakta dan soshum (sosial humaniora). Prof. Dr. Boge Triatmanto, MM., selaku Ketua LPPM Universitas Merdeka Malang serta Fadlilatul Taufany, ST., Ph.D., selaku Direktur DRPM ITS Surabaya,’’ ungkapnya.

Dosen prodi Ilmu Lingkungan Unigoro ini berharap, banyak proposal-proposal yang lolos hibah pendanaan tersebut. “Terutama untuk dosen-dosen baru agar dapat pengalaman besar. Karena kita tidak hanya belajar proses penelitian yang terstandarisasi skala nasional. Kita juga dapat pelajaran untuk menyusun laporan keuangan,” tukasnya. (din)