Mahasiswa Unigoro Sukses Terbitkan Cerita Bersambung di Platform Novel Digital

BOJONEGORO – Zahra Margaretha, mahasiswa semester tiga prodi kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) menerbitkan cerita bersambung (cerbung) di platform novel digital Wattpad. Karangannya yang berjudul Surat Kecil Anak Haram telah dibaca lebih dari 10.000 orang. Retha tidak menyangka jika cerbung dengan tiga judul itu mampu menarik perhatian pembaca. “Nilai plus publikasi di Wattpad kita bisa tahu jumlah pembacanya berapa. Mudah-mudahan bisa sampai 11.000 pembaca,” ujarnya pada Kamis (16/11).

Retha menuturkan, mulai menekuni aktivitas menulis karya fiksi saat duduk di bangku SMK. Waktu itu dia hanya menyimpan sendiri cerpen dan puisi yang telah ditulisnya. Pada tahun 2018, Retha memberanikan diri untuk mengirimkan puisi-puisinya di media massa. “Saya coba kirim puisi ke koran Radar Bojonegoro mulai tahun 2018 sampai sekarang. Alhamdulillah sudah beberapa kali ditayangkan. Sekarang saya pingin coba kirim puisi dan cerpen lagi di media massa. Mudah-mudahan bisa lolos,’’ tuturnya.

Saat ini menerbitkan cerpen, cerbung, atau novel di platform digital bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Terlebih jika pembacanya mencapai ribuan orangnya. Sayangnya, Retha belum mempelajari fitur-fitur khusus agar bisa mendapatkan komisi dari karya fiksinya. Meskipun begitu, hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap menulis. Salah satu tujuan utama Retha menulis karya fiksi adalah agar bisa menyampaikan nilai-nilai moral dalam kehidupan. “Cerpen dan puisi karangan saya banyak terinspirasi dari film-film dan fenomena sosial yang terjadi saat ini,’’ papar pengagum sastrawan Chairil Anwar.

Meskipun menulis karya fiksi itu tidak mudah, Retha memiliki cara tersendiri untuk mengatasi kebuntuan ide. Dia akan berhenti menulis sejenak sembari menonton film atau membaca novel kesukaannya agar mendapatkan ide-ide cerita yang baru. Selain harus memikirkan ide cerita, penulis juga harus bisa memasarkan karya-karyanya agar dilirik oleh pembaca. Mahasiswa yang tinggal di Jalan Brigjen Sutoyo Nomor 11 Bojonegoro ini mengamati, banyak penulis yang membagikan cuplikan tulisannya di Tiktok maupun Instagram. “Kalau tertarik sama cuplikannya pasti pingin baca cerita selanjutnya seperti apa. Nanti akan diarahkan baca judul ini di platform ini,” ungkapnya.

Retha ingin menerbitkan karya fiksi karangannya dalam bentuk novel. Namun saat ini, dia belum bisa memenuhi ketentuan minimal jumlah halaman yang ditetapkan oleh penerbit. Yakni sebanyak 220 halaman. Bagi Retha, menulis adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Dia justru bersemangat dan ingin belajar bersama agar bisa mewujudkan mimpinya untuk menerbitkan novel. “Saya selalu menyempatkan diri untuk nulis bareng teman-teman UKM Kesenian Sub Divisi Sastra Unigoro. Karena kita bisa saling sharing dan koreksi kira-kira apa yang kurang dari tulisan ini. Ke depan saya pingin bergabung dengan komunitas-komunitas sastra di luar kampus agar bisa belajar lebih banyak,” pungkas alumni SMK Negeri 1 Bojonegoro. (din)