Pahami Prosedur Pengambilan Contoh Uji Air

BOJONEGORO – Prodi Kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Gedung H Fakultas Sains dan Teknologi, pada Selasa (21/11/23). Kuliah praktisi kali ini mengangkat topik tentang pengambilan contoh uji air. Prodi tersebut menghadirkan Windo Joko Febrianto, S.Si., selaku researcher and developer (RnD) PT. Enivilab Indonesia sebagai pemateri.

Menurut Windo, setiap kegiatan industri akan menghasilkan limbah. Maka perlu lembaga seperti laboratorium lingkungan di bawah naungan pemerintah atau perusahaan swasta untuk menganalisis polutan. Terutama untuk memastikan apakah polutan yang dihasilkan melebihi baku mutu. Windo mencontohkan, salah satu parameter lingkungan yang perlu diukur adalah air. “Contohnya kita mengukur kadar DO (dissolve oxygen) atau oksigen terlarut di air. Jika DO-nya rendah, maka tidak ada ikan yang bisa hidup di perairan itu. Nah sungai yang mengalir deras, tentu kadar DO-nya lebih tinggi. Dibandingkan sungai dengan perairan tenang dan menggenang kadar DO-nya lebih rendah,” paparnya di hadapan mahasiswa.

Saintis lulusan Universitas Airlangga ini melanjutkan, pengambilan contoh uji air memiliki kaidah tersendiri berdasarkan yang diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Sehingga pengambilan contoh uji air laut, air limbah, dan air dalam badan air metodenya berbeda-beda. Beberapa tahapan yang perlu disiapkan dalam pengambilan contoh uji di antaranya perencanaan, metode yang sesuai, peralatan dan insitu analisis yang sesuai, dilakukan oleh petugas yang kompeten, mempunyai rekaman data yang lengkap, serta melakukan jaminan mutu. “Pengambilan contoh uji air biasanya dilakukan untuk kegiatan sampling, penelitian, dan perencanaan proyek. Supaya kita bisa membandingkan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah proyek tersebut dikerjakan,” jelas Windo.

Seluruh mahasiswa prodi kimia Unigoro tampak antusias mengikuti kuliah praktisi tersebut. Mereka memanfaatkan forum kuliah praktisi untuk berdiskusi langsung dengan pemateri yang ahli di bidang konservasi. (din)