Petani di Gayam Belajar Membuat Lubang Resapan Biopori

 

Petani Di Gayam Belajar Membuat Lubang Resapan Biopori

Para petani peserta Sekolah Lapang Pertanian pada Jum’at (17/5) kemarin belajar tentang lubang resapan biopori dan cara pembuatannya. Secara alami, biopori adalah lubang-lubang kecil pada tanah yang terbentuk akibat aktivitas organisme dalam tanah seperti cacing atau pergerakan akar-akar dalam tanah.

Biopori mampu meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air sehingga risiko terjadinya penggenangan air (waterlogging) semakin kecil. Air yang tersimpan ini dapat menjaga kelembaban tanah bahkan di musim kemarau dan keunggulan ini dipercaya bermanfaat sebagai pencegah banjir.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Gayam tersebut, selain belajar tentang manfaat pembuatan lubang resapan biopori, para petani juga belajar tentang pembuatan rangkanya.

Ketua LPPM Universitas Bojonegoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc, menjelaskan ada dua jenis rangka yang dianjurkan untuk dibuat oleh para petani yakni dari bahan PVC dan dari batang bambu.

“Kegiatan kali ini adalah pelatihan pembuatan lubang resapan biopori, dalam acara ini petani dilatih untuk memahami pentingnya menanam biopori pada lahan, dan juga bagaiamana membuat lubang resapan yang memungkinkan untuk bisa dilakukan, yakni bentuk rangka dari PVC dan dari bambu,” tuturnya.

Ia menambahkan, tujuan penanaman biopori ini salah satunya karena kondisi sawah di wilayah Kecamatan Gayam sangat kekurangan air, sehingga diharapkan dengan pemasangan lubang resapan biopori dapat meningkatkan penyerapan air hujan ke tanah dan dapat membantu menyuburkan tanah.

Program Sekolah Lapang Pertanian sendiri merupakan Program Pengembangan Masyarakat dari ExxonMobil Cepu Limited bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro yang bertujuan untuk membantu para petani di 4 desa, yakni Desa Gayam, Brabowan, Mojodelik dan Bonorejo, dalam mengelola lahan untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ahli pertanian, Ir. Darsan, M. Agr, yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro. Meski dilaksanakan pada bulan Ramadan tidak mengurangi semangat dari para peserta yang tetap antusias mengikuti pelatihan dari program yang memasuki tahun ke-3 ini. (humas)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

English English Indonesian Indonesian