Petani SLP 2019 Belajar Penggunaan Pupuk Kompos untuk Pertanian

Penggunaan pupuk kompos untuk pertanian menjadi salah satu hal yang ingin kembali dilakukan, di tengah banyaknya petani yang ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia.

Dalam Program Sekolah Lapang Pertanian (SLP) 2019, yang merupakan Program Pengembangan Masyarakat dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro, para petani peserta SLP 2019 secara bertahap diberikan pendampingan dan pengetahuan baru tentang pertanian semi organik, salah satunya dengan penggunaan pupuk kompos.

Peserta SLP 2019 yang total mencapai 135 petani, dari Desa Gayam, Brabowan, Bonorejo dan Mojodelik, Kecamatan Gayam, tidak hanya diajarkan teori tentang teknologi pertanian, seperti penggunaan teknologi refugia dan jamur beauveria untuk mengendalikan hama tanaman, pembuatan pemacu pertumbuhan padi, hingga pembuatan pupuk organik cair dan kompos.

Dalam pertemuan Jum’at (15/3) petani mendapatkan materi tentang pupuk organik, oleh tim ahli pertanian LPPM Universitas Bojonegoro, Ir. Darsan, M. Agr., di Aula Kecamatan Gayam.

“Hari ini kita memberikan materi tentang pupuk kompos pada para peserta SLP 2019, setelah ini kita akan langsung dalam praktik pembuatannya dan juga pengaplikasiannya, agar para petani tidak hanya mengerti teori tapi juga praktik pembuatan dan penggunaannya,” ujar Ketua LPPM Universitas Bojonegoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si., M.Sc.

Dalam pertemuan tersebut para petani juga mendapatkan stimulan berupa alat penyemprotan untuk pertanian, yang diperuntukkan bagi peserta yang rutin mengikuti pertemuan SLP 2019 dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan. (hms)

You may also like...

English English Indonesian Indonesian