Unigoro Buka Program RPL, Simak Cara Daftarnya

BOJONEGORO – Universitas Bojonegoro (Unigoro) resmi membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A. RPL adalah pengakuan capaian hasil pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan non formal, informal, atau pengalaman kerja. Ada empat prodi unggulan yang bisa dipilih pendaftar. Pembelajaran RPL di Unigoro akan diselenggarakan secara hybrid atau online.

Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Unigoro, Dr. Ahmad Suprastiyo, S.Sos., M.Si., menerangkan, penyelenggaraan program RPL Tipe A di Unigoro selaras dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 41 Tahun 2021 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau. “Ada empat prodi yang melaksanakan program RPL. Antara lain prodi administrasi publik, agribisnis, hukum, dan ekonomi pembangunan,” terangnya, pada Senin (20/5/24).

Pendaftaran mahasiswa baru (PMB) Unigoro program RPL Tipe A telah dibuka sejak 16 April 2024. Tata cara pendaftarannya sangat mudah. Calon mahasiswa mengisi formulir pendaftaran di www.pmb.unigoro.ac.id. Kemudian di kolom pilihan jalur, klik RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau). Nanti, panitia akan menghubungi calon mahasiswa untuk mengisi portofolio. “Portofolio terdiri dari portofolio masa kerja, lalu tugas-tugas yang dikerjakan apa saja, dan bisa didukung dengan sertifikat pelatihan yang pernah diikuti. Nanti portofolio tersebut akan dinilai oleh asesor. Empat prodi yang menyelenggarakan RPL sudah memiliki asesor yang bersertifikat. Tugasnya untuk merekognisi portofolio kerja calon mahasiswa dengan RPS (rencana pembelajaran semester) atau mata kuliahnya di prodi yang dipilih,” papar Prastiyo.

Program RPL Tipe A di Unigoro dibuka untuk karyawan swasta, staf lembaga pemerintahan, perangkat desa, pegawai perbankan, penyuluh pertanian, mahasiswa yang DO (drop out), serta lulusan D1, D2, dan D3. Biaya pendaftarannya hanya Rp 750 Ribu. Prastiyo berharap, calon mahasiswa RPL memilih prodi sesuai dengan portofolio atau riwayat pekerjaannya. “Agar kompetensinya bisa disesuaikan dengan prodi yang dipilih. Jika pekerjaannya tidak ada relevansinya dengan prodi yang dipilih, maka akan sulit direkognisi oleh asesor,” pungkas dosen prodi administasi publik Unigoro. (din)