Upacara Pemberangkatan 676 Mahasiswa KKN Tematik 2022 Universitas Bojonegoro

Upacara Pemberangkatan 676 Mahasiswa KKN Tematik 2022 Universitas Bojonegoro

Universitas Bojonegoro – Universitas Bojonegoro telah melakukan pemberangkatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ( KKN) Tematik sebanyak 676 mahasiswa Universitas Bojonegoro yang bertempat di lapangan Yellow Campus, pada Sabtu (16/07/2022). Upacara pemberangkatan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Bojonegoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH, MM, M.Hum, dengan dihadiri oleh Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos.,Msi., Ibu pembina Hj. Ambar Susilowati Sugo, seluruh pejabat struktural di lingkup Unigoro dan juga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
676 mahasiswa yang menjadi peserta KKN Tematik 2022 akan dibagi menjadi 24 kelompok yang terdiri dari 23 Kabupaten Bojonegoro dan 1 kelompok di Kabupaten Tuban. Yang berada di Kabupaten Tuban merupakan kelompok kerjasama dengan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Kemudian penyebarannya ada di 24 desa, 17 Kecamatan dan 2 Kabupaten.
Tema KKN-T tahun ini adalah “ Penguatan Kualitas Sumberdaya UMKM Untuk Menghadapi Persaingan & Permasalahan Global”. Akibat dari pandemi COVID-19 yang sekarang sudah menurun kasusnya, tetapi dampaknya masih terasa sampai saat ini. Oleh karena itu, antara program Unigoro yang telah berjalan dengan program KKN-T yang dilaksanakan tentunya harus tetap menyatu. Dampak pandemi tersebut mempengaruhi hampir seluruh aspek ekonomi, termasuk juga UMKM yang pengaruhnya besar.
Di Unigoro terdapat bidang-bidang yang dapat menunjang keberlangsungan UMKM, di antaranya Halal Center, Pusat Legalitas, dan Sentra HaKi. Selain itu, ada program SAP yang didalamnya mahasiswa dibekali digital marketing. Sumber daya yang ada di Unigoro akan terus dioptimalkan untuk pengabdian masyarakat, yang nantinya Unigoro dapat membantu dan mendampingi UMKM dalam 4 bidang, yaitu pertama perbaikan sumber daya terutama untuk manajemen dan leadership (kepemimpinan) dalam UMKM itu sendiri, kedua efisiensi produksi bagaimana UMKM tersebut dapat melakukan proses produksi yang lebih efisien agar nilai jualnya tinggi, bahan baku atau modal yang digunakan dapat ditekan tetapi keuntungan UMKM tetap besar
Bidang yang ketiga terkait legalitas yaitu dokumen yang harus dimiliki UMKM agar diakui secara legal secara hukum, dokumen yang bisa dibantu selama proses KKN-T adalah NPWP yang harus dimiliki pelaku usaha. Karena semua produknya adalah makanan maka harus memiliki P-IRT, UMKM juga harus bisa menyusun dokumen pengajuan halal didampingi Halal Center Unigoro. Selain itu, UMKM juga dapat mendaftarkan merk dagang mereka melalui Sentra HaKI LPPM Unigoro. Keempat yaitu digital marketing, terkait itu harapan unigoro kedepannya adalah memiliki rumah digital yang nantinya akan membantu UMKM untuk melalukan branding, perbaikan packaging, kemudian membantu proses marketing UMKM melalui platform digital.
Ketua LPPM Universitas Bojonegoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si, M.Sc, berharap untuk mahasiswa yang diberangkatkan KKN-T harus mampu memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, kemudian target-target yang terukur bisa dicapai.
“Nanti mereka berhasil menguruskan legalitas apa saja, mereka berhasil menaikkan omset UMKM berapa, mereka berhasil menjualkan produk UMKM berapa, itu harus bisa dipenuhi, yang terpenting adalah mereka harus mampu menghasilkan publikasi baik di media maupun publikasi berupa jurnal ilmiah”, Harapnya.

Tim Jurnalistik UKM P2J