BOJONEGORO – Prodi ekonomi pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah umum di Hall Suyitno Unigoro, Jumat (3/1/25). Kuliah umum kali ini membahas inovasi Gen Z di jagad digital. Prodi tersebut menghadirkan Ahmad Khudori, S.Pd., M.Pd., pegiat pendidikan dan bahasa Inggris sebagai dosen tamu.
Dekan Fakultas Ekonomi Unigoro, Endang, SE., MM., mengapresiasi mahasiswa-mahasiswi prodi ekonomi pembangunan sebagai Gen Z yang tangguh. Nantinya, banyak tantangan yang akan dihadapi mereka di era digitalisasi. Beliau mengajak para peserta kuliah umum untuk meningkatkan keterampilannya di segala sektor. “Kalian yang akan terlibat dalam transformasi digital. Sehingga perlu menyiapkan diri mulai sekarang. Jangan jadi Gen Z yang mudah cemas. Melainkan harus jadi Gen Z motor penggerak perubahan melalui inovasi dan kreatifitas,” tuturnya.
.jpg)
MOTIVASI: Dekan Fakultas Ekonomi Unigoro, Endang, SE., MM., senantiasa memotivasi mahasiswa agar produktif.
Khudhori yang juga pengusaha muda dan tour guide menceritakan lika-liku perjalanan hidupnya. Meskipun terlahir sebagai Gen Z, dia memiliki daya juang tinggi untuk mendapatkan sesuatu. “Saya sudah bekerja sejak kelas IV SD. Karena kalau saya nggak kerja, tentu saya nggak punya uang untuk makan. Setiap ada peluang kerja apapun, pasti akan saya manfaatkan sebaik-baiknya,” kenangnya.
Lima domain indeks pembangunan pemuda (IPP) yang dijadikan alat ukur kemajuan pemuda Indonesia adalah pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan transformasi. Menurut Khudhori, lima domain tersebut saling berkaitan untuk menentukan kesuksesan seorangh pemuda. “Mengapa pendidikan harus diprioritaskan? Karena pendidikan akan menjadi problem solving apapun masalah yang dihadapi,” terangnya.
Pemuda asal Desa Ngablak, Kecamatan Dander, ini juga memotivasi mahasiswa ekonomi pembangunan Unigoro untuk menuntut ilmu di mana saja. “Pendidikan tidak harus formal atau non formal. Pendidikan informal dari aktivitas sehari-hari juga bisa membentuk karakter kita menjadi lebih baik,” ujar Khudhori.
Kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa berlangsung interaktif. Mereka memanfaatkan momen ini untuk berdiskusi tentang digital native. (din)
