BOJONEGORO – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Hall Suyitno, Kamis (15/1/2026). Urgensi media sosial sebagai strategi konvergensi industri media massa menjadi pembahasan utama di kuliah praktisi kali ini. Dengan menghadirkan Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro, Bachtiar Febrianto, SP., M.Agr., sebagai praktisi.
Menurut Bachtiar, konvergensi adalah keniscayaan bagi industri media massa. Dengan mengintegrasikan berbagai platform, konten, teknologi, dan audiens. Yang memungkinkan satu informasi berita hadir di banyak kanal. “Konvergensi bersifat multiplatform, multimedia, dan multichannel. Sehingga perusahaan media massa, seperti Radar Bojonegoro juga merambah platform lainnya untuk menyajikan informasi berita agar menjangkau semua kalangan,” terangnya.

Harus diakui, media sosial memang unggul dalam kecepatan dan jangkauan informasi yang lebih luas. Sehingga dalam strategi konvergensi industri media massa, media sosial menjadi kanal distribusi utama konten. Yang bisa diadaptasi dalam format video pendek, visual, dan narasi cepat. Di sisi lain, media massa mainstream juga tetap menjalankan perannya sebagai sebagai kalibrasi informasi. “Makna kalibrasi di sini adalah menyeimbangkan kebenaran viral dengan kebenaran faktual. Media massa mainstream hadir untuk menguji klaim yang beredar di media sosial, verifikasi data dan narasumber, menyajikan konteks dan kedalaman informasi, sekaligus penjaga objektivitas informasi,” papar Bachtiar.
Wartawan senior ini menekankan, di era post-truth media sosial berhasil menguasai perhatian publik. Peran media massa mainstream tetap vital untuk menjaga kebenaran publik. “Apalagi era post-truth sangat meningkatkan risiko misinformasi,” tandasnya.
Kuliah praktisi yang dimoderatori oleh Dekan FISIP Unigoro, Dr. Ahmad Taufiq, S.Hi., M.Si., berlangsung interaktif. Mahasiswa-mahasiswi memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi tentang konvergensi industri media massa. (din)

