Kolaborasi Disbudpar Bojonegoro dan LPPM Unigoro: Susun Kajian Rencana Pengelolaan Wisata Waduk Gongseng

BOJONEGORO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) untuk menyusun kajian rencana pengelolaan pengembangan wisata Waduk Gongseng, Temayang. Rabu (10/6/26), seluruh stakeholder hadir di Ruang Adu Ide Rektorat Unigoro untuk menyaksikan paparan metodologi kajian.

Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., menuturkan, proses kajian akademik telah berjalan satu setengah bulan. Diawali dengan pemetaan udara mutakhir menggunakan drone untuk melakukan analisis spasial. Sebagai landasan penentuan zona wisata, zona bahaya risiko bencana, zona pemukiman, dan sebagainya. “Kami berharap, kajian yang disusun oleh praktisi dan tim ahli Unigoro dapat menjadi pijakan bagi Disbudpar Bojonegoro untuk pengembangan potensi wisata berbasis waduk atau sungai,” tuturnnya.

SINERGITAS: Seluruh stakeholder hadir di Ruang Adu Ide Rektorat Unigoro untuk menyaksikan paparan metodologi kajian.

Sementara itu Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina, SH., M.Kes., mengungkapkan, ihwal dicetuskannya kajian rencana pengelolaan pengembangan wisata Waduk Gongseng berawal dari permintaan masyarakat agar dapat berkunjung di area tersebut. Menurut dia, Waduk Gongseng merupakan salah satu potensi wisata Kabupaten Bojonegoro berbasis waduk atau sungai. Berupa panorama hamparan air dan hutan. “Kami berharap support dari BBWS Bengawan Solo agar Waduk Gongseng benar-benar terbuka untuk umum. Minimal masyarakat diizinkan lihat view-nya. Kalau sudah dibuka untuk umum, kita akan bantu support. Selain menambah destinasi wisata, kunjungan, goal-nya meningkatkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Potensi wisata Waduk Gongseng tidak sekedar bendungan penampung air. Ada beberapa daya tarik yang perlu dikurasi secara detail. Di antaranya panorama waduk dan landscape greenbelt, wisata edukasi bendungan, aktivitas alam dan wisata air, serta mencetuskan sentra ekonomi lokal. (din)