GEMA-SUMENGKO, Inovasi Mahasiswa Unigoro Berdayakan PKK Desa Sumengko Kelola Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

BOJONEGORO – Lima mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro) mencetuskan program GEMA-SUMENGKO. Pogram tersebut merupakan wujud pengabdian masyarakat yang lolos pendanaan Program Keativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI .

Ketua Kelompok PKM-PM Unigoro, Dian Risa Saputri menuturkan, kelompoknya menginisiasi program Gerakan Pengolahan Sampah Mandiri oleh PKK Desa Sumengko (GEMA-SUMENGKO) untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Sirkular Rumah Tangga. Awal mulanya, mereka kerap melihat tumpukan sampah di tempat pemrosesan sementara (TPS) sampah Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu. Sampah-sampah organik dan anorganik apabila dipilah dengan baik masih memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Fokus utama kami ekonomi sirkular rumah tangga. Jadi sampah organiknya bisa diolah menjadi pupuk kompos dalam lubang biopori yang terbuat dari galon air mineral bekas. Sedangkan sampah anorganiknya dibuat menjadi dompet dan taplak meja,” tuturnya, Kamis (16/7/26).

Risa dan kelompoknya telah melaksanakan sosialisasi edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik pada 23 Juni 2026 di Balai Desa Sumengko. Sosialisasi tersebut diikuti puluhan anggota PKK Desa Sumengko.

Pada 11 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan biopori dan kerajinan tangan berbahan sampah plastik.

Dania Agustina Dewi, salah satu anggota Kelompok PKM-PM Unigoro mengungkapkan, warga tampak antusias dengan program GEMA-SUMENGKO yang digagas kelompoknya. “Kami juga membekali para peserta dengan kartu monitoring. Setiap pekan akan dimonitoring agar kami bisa memastikan ekonomi sirkular dari sampah ini bagaimana caranya bisa berputar terus,” imbuhnya.

Meskipun sosialisasi dan workshop telah berjalan sukses, kerja kelompok PKM-PM ini belum usai. Mereka harus menghadapi penilaian kemajuan pelaksanaan program (PKP2) sebagai tahap evaluasi krusial dalam PKM. Untuk menentukan tim mana yang berhak melaju ke ajang bergengsi Pekam Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). (din)