BOJONEGORO – Olimpiade mata pelajaran kimia tingkat nasional yang diselenggarakan Prodi Kimia Universitas Bojonegoro bakal memasuki babak final pada 7 Mei 2026. Dari 126 tim yang bersaing ketat di babak penyisihan pada Sabtu (18/4/26), tersaring 50 tim yang lolos ke babak final. Babak penyisihan yang diikuti peserta dari sembilan provinsi dilaksanakan via online atau daring. Sedangkan tahap kedua atau babak final dilaksanakan langsung di kampus Unigoro. Peserta terjauh berasal dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Ketua Pelaksana ATOMIC 2026, Muhammad Rakha Abimanyu, menuturkan, tingginya partisipasi ini mencerminkan antusiasme yang besar dari pelajar terhadap kompetisi sains, khususnya kimia di tingkat nasional. Saat babak penyisihan berlangsung, peserta dihadapkan pada serangkaian soal yang mencakup berbagai materi kimia. “Mulai dari konsep dasar hingga analisis tingkat lanjut yang menuntut pemahaman mendalam serta kemampuan berpikir kritis. Alhamdulillah kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat kompetisi,” tuturnya, Selasa (21/4/26).
Dia melanjutkan, ATOMIC tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Melainkan juga sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains, memperluas wawasan, serta membangun jejaring antar pelajar dari berbagai daerah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dan berprestasi di bidang kimia. “Kami berharap ATOMIC terus menjadi wadah inspiratif bagi pelajar Indonesia untuk mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu kimia,” pungkas Rakha. (din)
