Respon Era Digital, Unigoro Bakal Rumuskan Kebijakan Penggunaan AI dalam Aktivitas Perkuliahan dan Riset

BOJONEGORO – Rektorat Universitas Bojonegoro (Unigoro) merespon penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk aktivitas perkuliahan dan penelitian. Dalam waktu dekat ini, kampus akan merumuskan kebijakan penggunaan AI dalam dunia akademik. “Unigoro bersikap tidak akan membatasi penggunaan AI. Tetapi mendorong mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menggunakan AI secara bijaksana. Kebijaksanaan inilah yang akan diatur secara detail nantinya,” terang Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., Selasa (28/4/26).

Pada 23 April 2026 pimpinan LPPM Unigoro, Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Unigoro, serta Biro Administrasi Akademik (BAA) Unigoro melaksanakan benchmarking kebijakan penggunaan AI di Universitas Ciputra Surabaya. Delegasi Unigoro disambut hangat oleh Vice Rector for Entrepreneurship, Academic, and Research Universitas Ciputra, Prof. Dr. Astrid, ST., MM.

SINERGITAS: Ketua LPPM Unigoro, Dr. Laily Agustina R., S.Si., M.Sc., bersama ice Rector for Entrepreneurship, Academic, and Research Universitas Ciputra, Prof. Dr. Astrid, ST., MM., pada 23 April 2026.

Laily menjelaskan, ada tiga navigator utama dalam pengaplikasian AI di lingkungan kampus nantinya. Dosen sebagai asisten pembelajaran yang memanfaatkan AI untuk desain bahan ajar, publikasi, dan penelitian. Mahasiswa sebagai eksplorator akademik yang memanfaatkan sebagai alat bantu belajar, berkarya, dan penelitian dengan kewajiban menjaga etika serta orisinalitas. Sementara tenaga kependidikan akan mengoptimalkan AI untuk efisiensi administrasi operasional. “Kebijakan penggunaan AI akan diterapkan kepada dosen terlebih dahulu untuk menyusun laporan penelitiannya. Nanti ada statement atau pernyataan dari dosen bersangkutan bahwa di karya tulisnya menggunakan fitur AI apa aja dan digunakan pada level berapa. Ada aturan batas amannya untuk menjaga integritas akademik. Maksimal 30 persen konten AI dapat diterima,” tukas dosen Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro ini. (din)