BOJONEGORO – Prodi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Smart Classroom Fakultas Sains dan Teknik (Saintek) Unigoro, Senin (11/5/26). Kuliah praktisi kali ini membahas tentang teknik pengambilan keputusan spasial dalam perencanaan lokasi. Dengan menghadirkan narasumber Muhammad Rizal F. Pamungkas selaku tenaga ahli PWK di PT. Rekadwipa Teknika Studio.
Di hadapan mahasiswa, Rizal menekankan bahwa teknik pengambilan keputusan digunakan untuk menentukan lokasi yang sesuai dengan konsep trade-off. Intinya bukan mencari yang ideal, tapi yang optimal dalam keterbatasan. Teknik multi criteria decision analysis (MCDA) adalah teknik analisis yang cukup umum digunakan untuk memilih suatu lokasi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Teknik ini menggabungkan data spasial atau peta dengan preferensi bobot tertentu. “Output-nya adalah peta kesesuaian, peta tingkat risiko, dan lain-lain yang ada levelnya,” paparnya.

Ada empat komponen MCDA yang harus diperhatikan oleh mahasiswa. Alternatif, bobot, skor, dan kriteria. Dalam forum kuliah praktisi ini, Rizal juga memberikan beberapa contoh studi kasus untuk didiskusikan dengan mahasiswa. Seperti penentuan lokasi alternatif TPA regional menggunakan model SMCE. “Masalah utamanya tidak mudah mencari lokasi TPA di wilayah perkotaan. Karena semua orang tidak mau dekat dengan fasilitas TPA. Sehingga kita harus merinci kriteria lokasi yang dibutuhkan. Mulai dari meninjau arahan rencana tata ruang, penggunaan lahan eksisting, kemiringan lereng, serta kawasan rawan bencana,” jelasnya.
Kuliah praktisi yang dimoderatori oleh Mrabawani Insan R., ST., M.P.W.K., berlangsung interaktif. Mahasiswa-mahasiswi Prodi Teknik Sipil Unigoro memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi tentang teknik pengambilan keputusan spasial dalam perencanaan lokasi. (din)
