BOJONEGORO – Kelompok 8 KKN TK Universitas Bojonegoro (Unigoro) mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sosialisasi digital marketing serta pengenalan inovasi olahan jamur bonggol jagung, Senin (27/7/26). Kegiatan yang berlangsung di balai desa setempat menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Sumberbendo. Dengan menghadirkan Agitya Kristantoko selaku praktisi digital marketing.
Menurut Agitya, perubahan perilaku konsumen menuntut pelaku usaha untuk mulai beradaptasi dengan digital marketing agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Kini pelaku UMKM harus memiliki wawasan tentang pengenalan konsep digital marketing, pentingnya media sosial sebagai sarana promosi, serta lima pilar promosi digital. “Branding, konten, media sosial, marketplace, dan pelayanan adalah pilar utama dalam promosi digital. Kita harus menentukan segmen pasar, menyusun value proposition, sekaligus membuat konten yang menarik sebagai sarana promosi,” paparnya.
Pada kesempatan ini, Agitya juga mengajak para pelaku UMKM Desa Sumberbendo untuk praktik secara langsung. Mulai dari teknik mengambil foto produk yang baik, hingga menyusun caption promosi dengan rumus masalah – solusi – keunggulan – ajakan membeli. “Memanfaatkan media sosial seperti halnya menggarap sawah. Konten adalah bibitnya, konsistensi adalah pupuk, interaksi menjadi air, dan hasil akhirnya adalah penjualan. Keberhasilan promosi digital membutuhkan proses yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” tandas pria yang juga tenaga ahli Dekranasda Kabupaten Bojonegoro.
Kelompok 8 KKN TK Unigoro turut mengenalkan aneka produk olahan jamur yang dibudidayakan menggunakan media bonggol jagung. Yakni lumpia jamur dan jamur krispi. Pelaku UMKM Desa Sumberbendo antusias mencicipi secara langsung hasil produk olahan tersebut. Melalui kegiatan tester ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat melihat potensi pemanfaatan limbah pertanian berupa bonggol jagung sebagai media budidaya jamur yang memiliki nilai ekonomi. Sekaligus dapat diolah menjadi produk olahan pangan yang bernilai jual. (din)
