Menuju PKM 2026: Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro Mantapkan Fokus di Lima Skema

BOJONEGORO – Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Bojonegoro (Unigoro) tidak ingin setengah-setengah dalam menyiapkan mahasiswanya untuk berkompetisi di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Pada ajang bergengsi yang diselenggarakan Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI itu, Unigoro telah menentukan fokus di lima skema.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro, Erwanto, M.Si., menerangkan, lima skema yang dipilih antara lain pengabdian masyarakat (PM), riset eksakta (RE), riset sosial humaniora (RSH), karya cipta (KC), dan kewirausahaan (K). Pihaknya sengaja membatasi skema yang akan diikuti agar peluang lolos pendanaan lebih tinggi. “Berdasarkan track record skema unggulan kita dan selalu lolos tiap tahun adalah PM, RE, dan RSH. Nah sekarang kita coba lagi di skema KC karena pernah sekali lolos. Sekaligus kita beri kesempatan bagi mahasiswa untuk mencoba skema K,” terangnya, Rabu (11/3/26).

RAIH PRESTASI AKADEMIK: Dosen Prodi Agribisnis Unigoro, M. Yusuf Dawud, SP., M.Agr., memantik mahasiswa untuk menemukan ide kreatif.

Di samping itu, Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro juga telah menentukan sembilan dosen pembimbing lapangan (DPL) untuk setiap prodi agar lebih efektif. DPL akan membina lima hingga sepuluh kelompok per prodi. Didampingi oleh empat mentor dari kalangan alumni dan mahasiswa yang pernah lolos pendanaan PKM. “Mentor-mentor ini yang akan mengontrol proses penyusunan proposal, format penulisan, dan hal teknis lainnya agar sesuai dengan ketentuan. Sehingga proposal yang diajukan lebih berkualitas sekaligus memiliki peluang lolos pendanaan,” tandas Erwanto. (din)