BOJONEGORO – BEM Fakultas Pertanian Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar seminar kewirausahaan, Senin (20/1/25). Seminar yang berlangsung di Hall Suyitno Unigoro menghadirkan dosen asing dari Sudan, Dr. Hussein Gibreel Musa Salih, BA., M.Ikom. Dosen yang mengajar di Telkom University Surabaya ini mengajak mahasiswa agribisnis Unigoro terjun di dunia bisnis.
Ketua pelaksana seminar, Jauharul Nasik mengatakan, seminar umum kali ini mengusung tema membangun peluang usaha di usia muda. Tema tersebut selaras dengan perkembangan teknologi pertanian terkini. “Semoga teman-teman bisa mendapatkan wawasan baru dari acara ini,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Unigoro, Ir. Darsan, M.Agr. Beliau mengapresiasi BEM Fakultas Pertanian Unigoro yang telah menginisiasi seminar kewirausahaan. Serta mahasiswa-mahasiswi agribisnis Unigoro yang sangat antusias mengikutinya. “Semoga ada kegiatan-kegiatan positif lainnya yang digagas oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Unigoro. Manfaatkan betul momen seminar ini untuk mendapatkan ilmu,” tuturnya.
.jpg)
SUPPORT MAHASISWA: Dekan Fakultas Pertanian Unigoro, Ir. Darsan, M.Agr.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unigoro, Ir. H. Noor Djohar, MM., mendorong mahasiswa untuk menjajaki setiap peluang di bidang pertanian. Termasuk berwirausaha. “Saat ini banyak anak muda berkiprah di usaha pertanian. Banyak kisah-kisah sukses yang seharusnya bisa menginspirasi kita semua. Agar bisa membuka lapangan kerja di bidang pertanian,” terangnya.
.jpg)
BERI MOTIVASI: Wakil Rektor III Unigoro, Ir. H. Noor Djohar, MM.,
Di hadapan mahasiswa, Mr. Hussein menekankan pentingnya mahasiswa untuk berwirausaha. Di antaranya sebagai sarana berinovasi, mengembangkan teknologi, meningkatkan standar hidup, mendorong riset terbaru, serta memberdayakan masyarakat. Dia mengajak mahasiswa agribisnis Unigoro agar senantiasa berinovasi. “Kalau tidak berinovasi, setidaknya kalian harus berani berkolaborasi. Misalnya berkolaborasi dengan perusahaan teknologi untuk menciptakan suatu alat yang bermanfaat bagi dunia pertanian,” paparnya.
Menurut Mr. Hussein, Indonesia memiliki beragam hasil pertanian dan peternakan lebih banyak dibandingkan negara lain. Ditambah mudahnya mengurus legalitas bisnis di lembaga pemerintahan. Di era agrikultur 4.0, agribisnis memiliki banyak peluang-peluang penting. “Kita bisa mengembangkan aplikasi software khusus untuk pertanian, memanfaatkan AI (artificial intelligence), semua peralatan kini dikendalikan oleh robot, menggunakan teknologi drone untuk pemupukan, big data analytics, dan sebagainya,” jelasnya.
Seminar yang dimoderatori Danang Ananda Yudha, S.Pt., MP., berlangsung interaktif meskipun menggunakan pengantar Bahasa Inggris. Mahasiswa prodi agribisnis Unigoro memanfaatkan momen diskusi dengan praktisi langsung untuk menjawab rasa penasarannya tentang peluang usaha di bidang pertanian. (din)
