BOJONEGORO – Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Hall Suyitno, Selasa (26/5/26). Kuliah praktisi yang membahas konsep perencanaan pembangunan desa menghadirkan narasumber tenaga ahli pemberdayaan masyarakat Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), AH Mubin Masduqi, S.Si., M.Ling.
Menurut Mubin, perencanaan pembangunan desa (PPD) adalah proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dengan melibatkan badan permusyawaratan desa (BPD) serta unsur masyarakat secara partisipatif. Agar pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa. “Siklus PPD dimulai dari perencanaan pembangunan, penyusunan RPJMDesa (rencana pembangunan jangka menengah desa), penyusunan RKP (rencana kerja pemerintah) desa. Lalu diakhiri dengan penyusunan APBDesa (anggaran pendapatan dan belanja desa),” terangnya.
Penyusunan perencanaan pembangunan dilakukan dalam forum musyawarah desa yang dilaksanakan oleh badan permusyawatan desa (BPD) serta mengundang unsur masyarakat setempat. Sehingga ada output tiga dokumen penting untuk perencanaan desa. “RPMJDesa terbit tiga bulan setelah kades (kepala desa) dilantik. RKPDesa harus selesai disusun antara bulan Juli, Agustus, dan September. Tiga bulan berikutnya lagi Oktober, November, dan Desember dokumen APBDesa harus sudah dipublikasikan. Di Kabupaten Bojonegoro sendiri, setiap pemdes wajib mempublikasikan dalam bentuk baliho APBDesa-nya agar diketahui masyarakat laporannya,” papar Mubin.
Kuliah praktisi yang diikuti mahasiswa-mahasiswi semester empat prodi Ekonomi Pembangunan Unigoro berlangsung interaktif. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi dengan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat Kemendes PDT tentang perencanaan pembangunan desa. (din)
