Dosen Unigoro Ubah Limbah Kaca Jadi Bahan Paving Block

BOJONEGORO – Ir. Ardana Putri Farahdiansari, ST., MT., dosen prodi teknik industri Universitas Bojonegoro (Unigoro), berhasil mengubah limbah kaca menjadi bahan filler paving block. Inovasi tersebut diaplikasikan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Nasional 2024 yang berjudul Pengolahan Limbah Kaca sebagai Bahan Filler Paving Block untuk Pencegahan Cemaran DAS Bengawan Solo dan Pemberdayaan PKK Desa Kalirejo Bojonegoro. Program ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024.


Ardana menuturkan, dia bersama dua rekannya Meilisa Rusdiana, SE., S.Pd., M.Si., dan Faisal Ashari, S.Pd., MT., mengaku prihatin dengan banyaknya limbah kaca rumah tangga di bantaran sungai Bengawan Solo. Limbah tersebut menumpuk dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Jika tidak segera ditangani, maka berpotensi mencemari daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo. “Limbah kaca ini paling sulit dikelola rumah tangga. Buang di tempat sampah, kadang takut nanti melukai orang. Dijual ke pengepul sampah juga tidak laku. Akhirnya jadi terbengkalai dan beresiko mencemari tanah sekitarnya. Apalagi kemasan kaca bekas obat dan bahan kimia,” ungkapnya, Rabu (18/9/24).


INOVATIF: Masyarakat Desa Kalirejo antusias mengikuti pelatihan pengolahan limbah kaca menjadi bahan filler paving block.


Ardana dan tim pengabdiannya berinovasi menciptakan mesin penghancur limbah kaca yang mampu mengolah botol kaca dan berbagai serpihan kaca menjadi serbuk kaca. Serbuk kaca inilah yang kemudian dapat didaur ulang sebagai filler paving block. Di hadapan anggota PKK Desa Kalirejo, mereka mendemonstrasikan cara penggunaan mesin penghancur limbah kaca ini. “Kami berharap Desa Kalirejo memiliki tempat penampungan khusus limbah kaca. Sehingga aktivitas membuang limbah kaca di bantaran sungai Bengawan Solo, khususnya Desa Kalirejo dapat berkurang. Bagaimanapun sungai Bengawan Solo adalah jantung kehidupan kita sebagai satu-satunya sumber mata air,” harapnya.

Agar semakin bersemangat menjaga sungai, masyarakat juga harus difasilitasi dengan mendirikan penampungan limbah kaca serta pengadaan mesin daur ulang limbah kaca. (din)

Leave a Reply