BOJONEGORO – Prodi Teknik Industri Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Modern Class Fakultas Sains dan Teknik, Rabu (7/1/26). Kuliah praktisi kali ini membahas tentang proses manufaktur pipa baja. Dengan menghadirkan Nur Kalim, S.Pd., MT., selaku staf department engineering PT. SPINDO Tbk, sebagai praktisi.
Manufaktur pipa baja berkaitan dengan proses mengubah bahan mentah atau komponen menjadi barang jadi atau setengah jadi. Yang memiliki nilai tambah melalui penggunaan mesin, tenaga kerja, dan teknologi. Raw material pipa baja terdiri dari HRC (Hot Rolled Steel Sheet in Coil), CRC (Cold Rolled Steel Sheet in Coil), Al Coating, serta Zn Coating. Produk-produk yang dihasilkan adalah pipa berstandar nasional maupun internasional, standar pabrik, sekaligus memenuhi persyaratan pelanggan dengan diameter dan ketebalan khusus. “Alur produksi pipa baja sendiri ada delapan tahapan. Slitter, EIW/ERW, endfancing, hydrotest, galvanizing, straightening, threading, serta marking and packing,” papar Kalim.

Dia melanjutkan, keterkaitan antara keilmuan teknik industri dengan manufaktur pipa baja adalah sebagai penghubung desain, produksi, quality control (QC), juga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Di departemennya saat ini, Kalim berfokus pada inovasi proses serta fokus improvement. “Contohnya kita ingin meminimalisasi biaya material handling dengan metode SLP dan material transport equipment pada perusahaan pipa baja. Yang bisa dilakukan adalah menganalisis aliran material handling saat ini. Lalu membuat layout usulan yang dapat mengurangi biaya material handling. Kemudian membuat model material transport equipment yang dapat mengurangi biaya material handling,” jelasnya.
Kuliah praktisi yang dimoderatori oleh Faisal Ashari, S.Pd., MT., berlangsung interaktif. Mahasiswa-mahasiswi Teknik Industri Unigoro memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan praktisi tentang manufaktur pipa baja. (din)
