BOJONEGORO – BEM Fakultas Sains dan Teknik (Saintek) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar pelatihan pengolahan limbah organik melalui media biopori di SMKN Margomulyo, Kamis (23/4/26). Dalam kegiatan ini, para pelajar diajak untuk membuat media biopori memanfaatkan limbah kulit jagung dan buah-buahan yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar.
Presiden BEM Fakultas Saintek Unigoro, M. Rizky Fathoni, mengatakan, pelajar SMKN Margomulyo tampak antusias mengikuti pelatihan ini. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat biopori adalah pipa PVC dengan diameter 4 inchi setinggi 80 cm. Pipa-pipa itu diberi lubang setiap 5 cm dari atas ke bawah dan setiap 90° dari diameter. “Jadi satu lingkaran mempunyai empat garis sejajar yang kita lubangi,’’ ujarnya.

Dia berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai sosialisasi semata melainkan juga dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari oleh para siswa. Sehingga menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga lingkungan serta mengurangi dampak negatif limbah terhadap ekosistem. “Kemudian ada keberlanjutan program serupa di masa mendatang. Agar kolaborasi antara mahasiswa dan sekolah dapat terus terjalin dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” imbuh mahasiswa Prodi Kimia Unigoro.
Terpisah, civitas akademika SMKN Margomulyo menyambut positif program kerja pengabdian masyarakat BEM Saintek Unigoro. Para pelajar diharapkan dapat memahami serta menerapkan pengolahan limbah organik secara sederhana dan bermanfaat bagi lingkungan. (din)
