BOJONEGORO – Prodi ekonomi pembangunan Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi di Hall Suyitno Unigoro, pada Selasa (17/12/2024). Kuliah praktisi kali ini mengusung tema strategi perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi publik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Prodi tersebut menghadirkan Ike Widiyaningrum, S.Sos., MM., selaku Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro sebagai praktisi.
Dekan Fakultas Ekonomi Unigoro, Endang, SE., MM., menuturkan, kuliah praktisi bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara mendalam. Terlebih indikator makro ekonomi dan capaian kinerja Pemkab Bojonegoro di bidang pembangunan daerah juga harus didalami oleh mahasiswa. ‘’Ekonomi pembangunan sifatnya multidimensi ilmu. Mahasiswa wajib mempelajari strategi pembangunan daerah sebagai bekal kalian nanti sebagai ekonom muda,” tuturnya dalam sambutan.
.jpg)
APRESIASI: (dari kiri) Dekan Fakultas Ekonomi Unigoro, Sekretaris Bappeda Bojonegoro, serta Kaprodi Ekonomi Pembangunan Unigoro.
Di hadapan para mahasiswa, Ike memaparkan, sebelum merancang strategi pembangunan daerah, kita harus mengetahui profil daerah. Di antaranya kawasan hutan di Bojonegoro mencapai 40 persen serta menjadi kontributor migas nasional sebanyak 30 persen. Selain itu, Bojonegoro konsisten menjadi lumbung pangan nomor tiga se provinsi Jawa Timur. Menurut Ike, potensi-potensi tersebut membuat Bojonegoro memiliki pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan indeks pembangunan manusia (IPM) yang fluktuaktif. “Pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro pernah mencapai titik tertinggi 21 persen pada 2016. Di satu sisi pernah di titik terendah -6,16 persen pada 2022,” paparnya.
Pejabat yang tinggal di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas ini mengungkapkan, produk domestik regionel bruto (PDRB) Bojonegoro didominasi dari sektor pertambangan. Agar pertumbuhan ekonomi Kota Ledre tetap menunjukkan tren positif, maka dominasi pendapatan dari industri migas harus diturunkan. Dengan cara meningkatkan pemasukan dari sektor lain.
“Industri migas itu kan sifatnya fluktuaktif, terkontraksi, dan jika hasilnya turun otomatis bisa drop. Maka kita mendorong sektor pertanian dan perdagangan untuk bisa memberi pemasukan dalam porsi yang lebih besar di saat harga migas turun. Agar gap-nya tidak terlalu jauh,” ungkap Ike.
.jpg)
ANTUSIAS: Kuliah praktisi prodi ekonomi pembangunan Unigoro di Hall Suyitno diikuti ratusan mahasiswa.
Beberapa strategi pembangunan ekonomi Bojonegoro yang dibeberkan oleh Ike ada enam poin. Antara lain peningkatan produksi pertanian, peningkatan pendapatan dan pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur dasar, membangun konektivitas wilayah, sinergitas mendukung proyek strategis nasional (PSN), peningkatan pendidikan, serta peningkatan IPM sektor kesehatan.
“Karena tantangan ke depan semakin turunnya lifting minyak dan menurunnya dana bagi hasil (DBH) migas. Yang bisa kita lakukan adalah optimalisasi PAD (pendapatan asli daerah) dengan menggali sumber pendapatan lain seperti pajak, retribusi, maupun sumber pendapatan lain,” pungkas Ike. (din)
