Tak Hanya Ekologi, Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro Pelajari Perencanaan Pembangunan Daerah dari Perspektif Sosial dan Lingkungan

BOJONEGORO – Prodi Ilmu Lingkungan Universitas Bojonegoro (Unigoro) mempelajari studi interaksi antara manusia dengan lingkungannya yang memadukan ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. Kamis (25/6/26), prodi ini menggelah kuliah praktisi yang membahas tentang perencanaan pembangunan daerah dari perspektif sosial dan lingkungan. Dengan menghadirkan, Dr. Wiwik Retnoningsih, M.Pd., selaku Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro.

Dalam forum ini, Wiwik menerangkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah. Salah satu forum partisipasi masyarakat yang dilakukan dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten adalah musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). “Tahap awalnya dimulai di musrenbang. Masyarakat bisa menyampaikan usulan, menentukan prioritas pembangunan, dan memberikan masukan terhadap program pemerintah agar lebih tepat sasaran bagi lingkungan sekitarnya,” terangnya.

Forum musrembang terkadang juga membahas isu-isu khusus atau tematik. Biasanya, musrembang tematik dilakukan untuk antisipasi maupun mendiskusikan isu-isu yang berkembang di lingkungan sekitar saat ini. Wiwik mencontohkan, isu stunting selalu menjadi atensi di tingkat desa karena berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya. “Harus dipikirkan bersama bagaimana cara menurunkan angka stunting di desa tersebut. Dengan melibatkan masyarakat dan pihak terkait, pemdes (pemerintah desa) bisa merumuskan berbagai strategi sesuai kebutuhan dan tepat sasaran,” paparnya.

Melibatkan partisipasi masyarakat bukan berarti tidak ada tantangannya. Terutama kurangnya pemahaman mengenai proses perencanaan, serta keterbatasan data pendukung. Sehingga, perencaanan pembangunan harus mendapat support dan kolaborasi dengan stakeholders. “Sehingga pembangunan menjadi tepat sasaran dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” tukas Wiwik.

Kuliah praktisi yang dimoderatori oleh Oktavianus Cahya A., ST., M.Sc., berlangsung interaktif. Mahasiswa-mahasiswi Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dengan praktisi Bappeda Bojonegoro. (din)