BOJONEGORO – Antusiasme mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) berpartisipasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 cukup tinggi. Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro mencatat ada 89 kelompok mahasiswa dari sembilan prodi telah mengikuti bimbingan serta menyusun proposal. Nantinya, hanya 70 kelompok yang bakal terpilih untuk mendaftar PKM secara resmi. Mengingat mendapat kuota yang diterima Unigoro adalah 60 kelompok skema pendanaan dan 10 kelompok skema insentif.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro, Erwanto, M.Si., menuturkan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) sekaligus tutor pendamping PKM pada Kamis (6/2/25). Hasilnya, ada 89 kelompok mahasiswa dari sembilan prodi berminat mengikuti PKM. “Mereka sudah bimbingan dan mulai menyusun proposal. Skema yang dipilih juga semakin beragam. Kita beri deadline submit bab satu proposal tanggal 18 Februari 2025,” tuturnya, Jumat (7/2/25).
.jpg)
PERSIAPAN PKM 2025: Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro menggelar rapat PKM bersama dosen pembimbing lapangan dan tutor pendamping di Rektorat Unigoro, Kamis (6/2/25).
Erwanto melanjutkan, beberapa skema PKM yang dipilih mahasiswa Unigoro adalah pengabdian masyarakat (PM), riset eksakta (RE), riset sosial humaniora (RSH), kewirausahaan (KWU), artikel ilmiah (AI), karya cipta (KC), serta penerapan IPTEK (PI). Dia mengapresiasi yang berani mencoba skema-skema baru. Terlebih skema PKM andalan Unigoro hanya PM, RE, dan RSH. “Tapi 89 kelompok itu tetap diseleksi internal. Makanya kita beri tanggal deadline submit. Karena kuota maksimal untuk Unigoro mendaftar hanya 60 kelompok skema pendanaan dan 10 kelompok skema insentif,” jelas dosen prodi kimia Unigoro.
Hingga saat ini, Biro Kemahasiswaan dan Kerja Sama Unigoro belum menerima pengumuman resmi dibukanya pendaftaran PKM 2025. Tahun lalu, enam kelompok mahasiswa lolos PKM skema PM, RE, RSH, dan KC. (din)
